Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

KKP Punya Strategi Baru, Induk Nila Unggul Disiapkan untuk Genjot Budi Daya

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 00:11 WIB | Oleh:
KKP Punya Strategi Baru, Induk Nila Unggul Disiapkan untuk Genjot Budi Daya Doc: Antara foto
Ket. Direktur Ikan Air Payau Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Fernando Jongguran Simanjuntak (dua dari kanan) saat menghadiri forum Arus Nila, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (30/9).

CIREBON - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan induk unggul ikan nila untuk memenuhi kebutuhan pembenih dan pembudidaya, guna mendukung aktivitas budi daya komoditas perikanan tersebut, termasuk di Cirebon, Jawa Barat.

Direktur Ikan Air Payau Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya KKP Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan pengembangan induk unggul dilakukan melalui 15 unit pelaksana teknis yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

"Ditjen Perikanan Budi daya melalui unit pelaksana teknis yang ada tersebar di Indonesia ada 15, ini masih terus mengembangkan induk unggul, salah satunya juga tilapia," kata Fernando, usai menghadiri forum Arus Nila 2026 di Cirebon, Rabu.

Ia mengatakan induk unggul hasil pengembangan tersebut dapat diakses pembenih maupun pembudidaya, yang bergerak dalam penyediaan benih ikan nila.

Menurut Fernando, ketersediaan induk unggul menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan budi daya nila karena kualitas benih turut menentukan hasil produksi.

Selain benih, kata dia, efisiensi budi daya juga ditentukan teknologi, penggunaan pakan dan tata kelola pemeliharaan yang diterapkan pembudidaya sejak awal.

"Ini memang harus sinergi, terintegrasi dalam rangka perangkat budidaya yang baik, best aquaculture practices, sehingga hasil produksinya ini betul-betul efektif, efisien dan menghasilkan kualitas yang baik," ujarnya.

Fernando menyoroti budi daya nila yang dilakukan di perairan waduk dan danau karena kondisi lingkungan perairan dapat berubah, terutama ketika terjadi fenomena upwelling.

Menurut dia, pembudidaya perlu mengetahui daya dukung perairan sebelum menentukan jumlah ikan yang dibudidayakan agar kepadatan tidak melebihi kemampuan waduk atau danau.

"Pertama memang carrying capacity menjadi perhatian penuh, berapa carrying capacity yang ideal untuk luasan danau atau waduk yang dijadikan area budi daya, itu harus dipahami oleh pembudidaya," katanya.

Ia mengatakan potensi kematian ikan saat terjadi perubahan kondisi perairan, dapat ditekan apabila pembudidaya telah menyiapkan langkah mitigasi.

Dia menyampaikan, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menambah blower untuk membantu sirkulasi dan oksigen serta mengurangi kepadatan ikan ketika terjadi upwelling.

"Jadi, sekalipun upwelling terjadi setidaknya dampaknya tidak masif terhadap usaha budi daya, kasihan kalau tidak begitu," ujar dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.