Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Kedelai Lokal Masih Rendah, Pemerintah Gandeng Swasta dan Asosiasi Serap Hasil Panen

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 20:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Kedelai Lokal Masih Rendah, Pemerintah Gandeng Swasta dan Asosiasi Serap Hasil Panen Doc: istimewa
Ket. Demi menjaga kewajaran harga kedelai di tingkat petani, Pemerintah pusat dan daerah menggandeng pelaku usaha swasta, dan asosiasi untuk menyerap kedelai petani

JAKARTA – Guna menjaga kewajaran harga di tingkat petani kedelai lokal, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mengupayakan penyerapan panen dengan menggandeng pemerintah daerah, pelaku usaha swasta, dan asosiasi. Bentuk Sinergisitas ini diharapkan dapat mengatasi depresiasi harga kedelai di tingkat petani yang masih berada kurang dari Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen.

HAP kedelai lokal sendiri telah ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. Dalam panel Harga Pangan NFA, per 16 September, rerata harga nasional untuk kedelai biji kering (lokal) berada di 9.006 rupiah per kilogram (kg) atau 16,42 persen di bawah HAP tingkat produsen yang di 10.775 rupiah per kg.

"Petani kedelai lokal harus dibantu, misalnya sedulur petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Apalagi dalam kondisi harga seperti sekarang yang sedang menuju panen raya kedelai lokal," terang Kepala NFA Arief Prasetyo Adi di Jakarta pada Rabu (17/9).

Provinsi Jawa Tengah sendiri termasuk daerah sentra produsen kedelai terbesar secara nasional. Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), di 2022 menjadi urutan kedua dengan raihan 62 ribu ton selama setahun. Sementara daerah terbesar jatuh pada Jawa Timur dengan 69,6 ribu ton.

"Bapanas sejak awal September telah mengantisipasi dengan bergerak bersama pemerintah daerah beserta pelaku usaha swasta dan asosiasi yang relevan. Kami ciptakan keterhubungan agar semua lini terpenuhi dan berjalan baik," sambungnya.

Adapun proyeksi produksi kedelai nasional di 2025 ini, berdasarkan Proyeksi Neraca Kedelai yang disusun NFA per 2 September, produksi selama setahun diperkirakan mencapai 67,1 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi selama setahun berada di angka 2,6 juta ton.

Sementara panen raya diestimasikan akan dimulai September sampai November karena akan mengalami kenaikan produksi lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Masing-masing di kisaran 7,1 ribu ton. Lalu 18,9 ribu ron dan 6,7 ribu ton.

Untuk itu, Arief mengatakan sinergisitas antara pemerintah bersama dengan pelaku usaha dibutuhkan agar pasokan produksi kedelai lokal dapat diserap secara optimal. Khusus Pati, Jawa Tengah diharapkan dapat terserap setidaknya hingga 100 ton sampai akhir September. 

Tanggung Biaya Transportasi

NFA pun mendukung dengan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan menanggung biaya transportasi ke daerah pengrajin produk turunan kedelai. Selain itu, dukungan pemerintah daerah terhadap petani di wilayahnya juga sangat penting.

"Badan Pangan Nasional punya program FDP, jadi beban biaya kelompok tani untuk distribusi pengangkutannya ke luar daerah dapat teratasi. Pemerintah daerah juga membantu dengan menyerap dan dijadikan Cadangan Kedelai Pemerintah Daerah Jawa Tengah," ungkap Arief.

"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pelaku usaha swasta dan asosiasi yang berkenan bahu membahu. Spirit ini harus terus kita jaga bersama. Petani dan pelaku usaha dalam negeri sama-sama gotong royong, swasembada pangan pun bisa menyongsong," pungkas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Adapun pelaku usaha swasta dan asosiasi yang terlibat antara lain PT FKS Multi Agro, PT Gerbang Cahaya Utama, PT Putra Permata Pasifik, Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (GAKOPTINDO), Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (AKINDO), Paguyuban Pengrajin Tahu Jawa Barat, dan Perkumpulan Penyalur Kedelai Nusantara. Pelaku usaha kedelai ini akan terus bertambah untuk menyerap produk kedelai domestik di Kabupaten Pati seiring dengan panen kedelai lokal yang masih terus bertambah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Kapal Penjaga Pantai Jepang...
Luar Negeri
Pakar: El Nino Tahun Ini Mu...
Luar Negeri
Serangan Teroris di Pakista...
Olahraga
Piala Dunia, Messi Pimpin P...
Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.