Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dengan Limit Mulai dari 1 Rupiah, Honest Card Ubah Cara Orang Pakai Kartu Kredit

📅 Senin, 15 Sep 2025, 16:15 WIB | Oleh:
Dengan Limit Mulai dari 1 Rupiah, Honest Card Ubah Cara Orang Pakai Kartu Kredit Doc: Honest Card
Ket. Honest Card sebagai penyedia kartu kredit memperkenalkan pendekatan berbeda, yakni limit yang dimulai dari 1 rupiah, lalu bertumbuh sehat seiring konsistensi kebiasaan baik penggunanya. Hal ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap kartu kredit.

JAKARTA– Tingkat literasi keuangan nasional saat ini sudah mencapai 66,46% menurut OJK, angka yang terbilang tinggi bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Namun, tingkat literasi yang cukup baik tersebut tidak dibarengi dengan kualitas pengambilan keputusan yang baik.

Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan nilai pinjaman daring (online) per Maret 2025 sudah mencapai 75,44 triliun rupiah dengan kredit macet sebesar 1,65 triliun rupiah, dan sebagian besar didominasi oleh kelompok usia 19–34 tahun.

Di sisi lain, skema buy now pay later (BNPL) semakin populer karena kemudahan akses, approval cepat, limit besar, dan fleksibilitas pembayaran. Sayangnya, kemudahan akses tersebut justru sering membuat masyarakat lebih rentan mengambil keputusan finansial tanpa perencanaan matang, yang pada akhirnya berkontribusi pada tingginya angka kredit macet.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar soal akses, tetapi bagaimana cara konsumen memanfaatkan produk keuangan. Di sinilah penting membedakan antara BNPL dan kartu kredit. BNPL dirancang untuk transaksi jangka pendek dengan cicilan cepat, sementara kartu kredit menawarkan perlindungan konsumen yang lebih menyeluruh, meskipun tingkat persetujuannya lebih ketat.

Alih-alih menawarkan limit besar dengan risiko gagal bayar yang tinggi, atau menutup pintu bagi konsumen yang belum memenuhi syarat ketat, Honest Card sebagai penyedia kartu kredit memperkenalkan pendekatan berbeda, yakni limit yang dimulai dari 1 rupiah, lalu bertumbuh sehat seiring konsistensi kebiasaan baik penggunanya.

Memiliki Cara Kerja yang Unik

Dengan limit awal 1 rupiah, Honest Card tetap berfungsi penuh untuk transaksi sehari-hari setelah pengguna melakukan pengisian kredit. Dipandu oleh misi dalam aplikasi seperti bertransaksi minimal tiga kali dalam sebulan, Honest akan mengevaluasi akun dan secara otomatis menambahkan limit bagi mereka yang menunjukkan kebiasaan finansial sehat.

Pendekatan tersebut memungkinkan Honest melayani segmen masyarakat yang selama ini terkunci dari akses produk keuangan pembiayaan formal karena memiliki sedikit atau bahkan tanpa riwayat kredit, tetapi tetap meminimalkan risiko gagal bayar.

Sebagai satu-satunya fintech dengan lisensi kartu kredit dari Bank Indonesia, Honest memastikan inovasi limit 1 rupiah ini relevan untuk mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini terlihat dari penggunaan kartu kredit limit 1 rupiah pada transaksi sehari-hari seperti e-commerce, SPBU, minimarket, hingga aplikasi transportasi.

 “Honest ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap kartu kredit. Bukan lagi soal gengsi limit besar, melainkan bagaimana kredit bisa menjadi sarana membangun kebiasaan finansial yang sehat dan terukur,” kata Amertya Ardya Oktoriano Putantri, Brand Marketing Lead Honest Card, melalui keterangannya pada hari Senin (15/9).

Limit yang bertumbuh ini tidak hanya memenuhi kebutuhan rutin, seperti membeli kopi, mengisi bensin, hingga belanja kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun rekam jejak kredit. Hal ini membedakan kartu kredit dari metode pembayaran lain seperti debit atau e-wallet yang tidak tercatat dalam rekam jejak kredit.

Selain itu, setiap transaksi dengan Honest Card juga memberikan 1% cashback unlimited, menghadirkan manfaat premium yang biasanya eksklusif, kini bisa diakses oleh lebih banyak orang. Dengan begitu, kredit tidak lagi dipandang sebagai beban finansial, melainkan sebagai alat yang membantu mengatur arus kas secara lebih realistis sesuai kebutuhan.

Melalui inovasi ini, Honest Card membuktikan bahwa langkah kecil dapat membawa dampak besar: membuka akses yang lebih luas sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat bagi masyarakat Indonesia. Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, banyak masyarakat menghadapi kecemasan keuangan dan mencari solusi yang relevan untuk jangka panjang.

“Honest hadir untuk membantu menjawab keresahan itu dengan cara sederhana. Lewat akses kredit yang aman, relevan, dan mendorong konsistensi dalam membangun fondasi finansial yang lebih sehat,” terang Amertya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Tak Mau Warga Kelaparan Pemkab Nduga Saluran 50 Ton Beras

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...

Sekda Diperiksa KPK, Bupati Langkat Mulai Keringat Dingin

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...
Rona
Bahaya, Makanan Rakyat Ubi ...
Megapolitan
Bogor Diobrak-abrik KPK, Kl...
Luar Negeri
Nepal Bosah-baseh, 10.000 K...
Daerah
Pertinggi Cadangan Pangan B...
Megapolitan
Hari Ini Aktivitas Jakarta ...
Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.