Hati-hati! Nyeri Punggung Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Ginjal
📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 11:00 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: freepik
JAKARTA - Nyeri ringan pada punggung kerap dianggap sebagai salah yang berkaitan dengan postur tubuh atau ketegangan otot, namun rupanya kondisi ini bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius yakni gagal ginjal
Ahli urologi Rudy Hall Clinic, Pune, Maharashtra, India dr. Kshitij Raghuvanshi dikutip dari Hindustan Times, Jumat, mengatakan bahwa nyeri ginjal biasanya dirasakan sebagai nyeri yang dalam di bagian punggung bagian atas atau tepat di bawah tulang rusuk kedua sisi tulang belakang.
Kshitij mengatakan ada beberapa gejala penyakit ginjal tahap awal yang sebaiknya diketahui, seperti kelelahan yang terus-menerus.
Hal ini karena fungsi ginjal menurun sehingga racun dan kotoran menumpuk di dalam darah yang menyebabkan rasa lelah, lemas dan kesulitan berkonsentrasi secara terus-menerus.
Kulit kering dan gatal, fungsi ginjal yang terganggu mengganggu keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah sehingga menyebabkan kulit kering dan gatal dan tidak merespons pengobatan topikal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan dalam buang air kecil seperti frekuensi meningkat atau menurun terutama pada malam hari, kemudian urin berbusa atau bergelembung yang mengindikasikan kelebihan protein. Lalu darah dalam urin serta kesulitan atau ketidaknyamanan saat berkemih.
Pembengkakan karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan natrium secara efisien, pembengkakan terjadi di pergelangan kaki, telapak kaki, tangan atau bahkan wajah.
Gejala lain yakni kehilangan nafsu makan, mual, rasa logam di mulut akibat penumpukan produk limbah dalam aliran darah. Perlahan hal ini pun menyebabkan kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penyakit ginjal jarang menunjukkan tanda-tanda dini yang drastis. Sebaliknya, penyakit ini berkembang secara diam-diam,” ujarnya.
Jika mengalami nyeri punggung yang tidak biasa bersamaan dengan gejala-gejala tersebut, ia pun menyarankan untuk melakukan konsultasi medis dan melakukan deteksi dini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!