Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PSSI Harus Perjuangkan Format 'Home and Away', Qatar Dibom

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 07:42 WIB | Oleh:
PSSI Harus Perjuangkan Format 'Home and Away', Qatar Dibom Doc: Yasuyoshi CHIBA / AFP
Ket. Pemain Indonesia memasuki lapangan bersama anak-anak sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Indonesia lawan Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

JAKARTA — Serangan bom Israel yang mengguncang Qatar akhir pekan lalu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Negara Teluk itu sejak awal ditunjuk AFC sebagai tuan rumah terpusat. Namun, dengan situasi keamanan yang tidak lagi kondusif, pengamat sepak bola nasional mendesak PSSI untuk segera mengajukan perubahan format, dari sistem sentralisasi menjadi home and away.

Pengamat sepak bola, Herman Saputra, menilai PSSI tidak boleh menunda langkah diplomasi ke FIFA. Menurutnya, kondisi terbaru di Qatar memberikan alasan sangat kuat bagi Indonesia untuk menuntut format yang lebih adil. Ini bukan serangan pertama. Ini yang kedua dari serangan ke Qatar.

“Keamanan di Qatar sudah tidak bisa dijamin. Jika tetap dipaksakan, risikonya sangat besar. PSSI harus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong perubahan sistem ke home and away. Itu lebih aman sekaligus fair bagi semua peserta,” ujar Herman. Dia mengingatkan, sejak awal banyak pihak mengkritik keputusan AFC yang menunjuk Qatar sebagai tuan rumah terpusat.

Dengan sistem itu, Qatar dan Arab Saudi otomatis mendapat keuntungan besar, baik dari sisi adaptasi cuaca, dukungan penonton, maupun faktor nonteknis. “Sejak awal sudah tidak adil. Sekarang, dengan adanya bom, semakin jelas alasan untuk menolak format sentralisasi,” ujarnya.

Herman menilai home and away merupakan opsi paling realistis di tengah situasi yang tidak menentu. “Kalau bicara alternatif tuan rumah, selalu ada tarik-menarik kepentingan. Tapi kalau kembali ke format home and away, semua negara mendapat kesempatan sama: main di kandang dan tandang. Itu akan mengembalikan esensi kualifikasi,” ujarnya.

Herman menambahkan, FIFA dan AFC seharusnya tidak kesulitan mengembalikan format tersebut. Sebelum pandemi, hampir semua babak kualifikasi dilaksanakan dengan sistem home and away. “Jadi ini bukan hal baru. Justru aneh jika tetap memaksa memakai sistem terpusat di satu negara yang sedang tidak aman,” jelasnya.

Selain soal keamanan, dia menyoroti aspek persiapan tim nasional. Jika tetap di Qatar, Indonesia dan negara lain harus melakukan adaptasi cuaca ekstrem yang melelahkan. Sedangkan dengan format home and away, tim bisa memaksimalkan dukungan suporter di kandang sendiri. “Bermain di kandang memberi energi tambahan bagi pemain. Itu bisa jadi keuntungan signifikan bagi Indonesia,” ujarnya.

Sikap proaktif PSSI akan menentukan. Jika federasi hanya menunggu keputusan AFC, besar kemungkinan format terpusat tetap dipaksakan. Makanya PSSI harus berani melayangkan protes resmi karena alasannya sangat kuat, demi keamanan. PSSI perlu menggalang dukungan negara lain, peluang perubahan sistem cukup terbuka.

Main Di Arab Saudi

Saat ini, publik sepak bola tanah air menunggu langkah konkret PSSI. Belum ada pernyataan resmi dari PSSI, namun tekanan dari luar semakin keras. “PSSI jangan diam. Kalau tidak bergerak sekarang, kita akan kehilangan kesempatan memperjuangkan keadilan sekaligus keselamatan,” tandasnya.

Meski timnas Indonesia yang berada di Grup B bersama Irak akan bertanding di Arab Saudi, situasi Qatar yang berdekatan dipastikan berpengaruh. Karena itulah pemindahan lokasi pertandingan sangat mendesak. Apalagi keputusan Arab Saudi sebagai tuan rumah sangat tidak adil karena kemungkinan besar akan mendapat dukungan penuh dari para suporter. Kondisi ini menambah tingkat kesulitan bagi Timnas Indonesia. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Cegah Stunting, Dinkes Baubau Manfaatkan Aplikasi REMILA

26 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Cegah Stunting, Dinkes Baub...
Nasional
Kapolda Metro Jaya Minta Po...
Nasional
Wamentan Muhammad Saleh Mus...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.