Pendidikan Seksual Sejak Dini Penting Cegah Pelecehan
📅 Senin, 19 Mei 2025, 16:28 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pendidikan seksual pada anak masih menjadi topik yang sensitif di kalangan masyarakat Indonesia. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Waode Hamsia, menilai pendidikan seksual yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah anak dari risiko pelecehan seksual, kekerasan, dan perilaku seksual berisiko.
"Pendidikan seksual berfungsi untuk mengedukasi anak-anak tentang pubertas dan perubahan tubuh yang akan mereka alami. Dengan pemahaman yang benar, anak-anak akan lebih siap menghadapi masa pubertas tanpa merasa cemas atau malu," ujar Waode, dikutip dari laman UM Surabaya, Senin (19/5).
Dia menjelaskan, tantangan terbesar dalam mengajarkan pendidikan seksual adalah stigma negatif dari sebagian masyarakat yang menganggapnya tabu. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendidikan seksual sejak dini justru lebih mampu menjaga diri dan membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab terkait hubungan sosial dan seksual.
"Saya sarankan orang tua dan pendidik tidak ragu untuk mulai memperkenalkan pendidikan seksual kepada anak-anak sejak usia dini dengan metode dan bahasa yang sesuai dengan usia mereka," jelasnya.
Waode mengungkapkan, anak-anak rentan menjadi target pelecehan karena minimnya pengetahuan dan pemahaman mereka terkait tindakan-tindakan yang tidak pantas. Menurutnya, edukasi sejak dini tentang batasan tubuh sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menilai, edukasi membuat anak dapat mengenali tindakan yang tidak pantas, serta cara melapor jika mengalami situasi tidak nyaman. Orang tua harus mulai membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak.
"Berikan pemahaman bahwa tubuh mereka berhak dijaga dan dilindungi. Jangan pernah menyepelekan perasaan anak ketika mereka merasa tidak nyaman terhadap seseorang," katanya.
Waode juga menyarankan agar orang tua memperkenalkan konsep 'sentuhan aman' dan 'sentuhan tidak aman' kepada anak-anak sejak usia dini. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko anak menjadi korban pelecehan dan mampu mengambil langkah-langkah pencegahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Anak-anak perlu diajarkan tentang bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Ini penting agar mereka dapat melindungi diri dan melaporkan jika terjadi sesuatu yang tidak benar," ucapnya.
Selain itu, Waode juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di media sosial. Menurutnya, Media sosial bisa menjadi pintu masuk bagi para pelaku pelecehan.
"Pastikan orang tua memahami aplikasi yang digunakan anak dan selalu berdiskusi tentang keamanan digital," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!