Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lonjakan Ekonomi Tak Kokoh, RI Masih Kekurangan Motor Pertumbuhan

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lonjakan Ekonomi Tak Kokoh, RI Masih Kekurangan Motor Pertumbuhan Doc: antara
Ket. Pembangunan Ekonomi - Pemerintah Didesak Pacu Investasi agar Serapan Pekerja Meningkat

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat positif selama ini ternyata belum mampu mengatasi persoalan struktural mendasar. Masalah kemiskinan masih tinggi dan daya beli kelas menengah cenderung stagnan, sehingga manfaat pertumbuhan belum dirasakan secara merata.

Karena itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan semata. Menkeu baru juga perlu fokus pada strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi, memperkecil kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi menyebut ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2025 atau meningkat dari 4,87 persen pada kuartal I-2025. Namun, lanjutnya, pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh faktor musiman pasca-Lebaran, dan tidak mencerminkan momentum pertumbuhan berkelanjutan.

Dia menambahkan persoalan kemiskinan juga masih membayangi perekonomian Indonesia. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen dari total populasi.

Jumlah absolutnya masih tinggi, yaitu 23,85 juta orang. "Kemiskinan ekstrem Indonesia pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,85 persen atau 2,38 juta orang," tegas Badiul, Rabu (10/9).

Tantangan lain, terangnya, defisit APBN masih juga tinggi yang diperkirakan mencapai 662 triliun rupiah atau 2,78 persen dari PDB (produk domestik bruto) pada akhir 2025. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan fiskal yang perlu diwaspadai.

“Defisit ini berpotensi menjadi salah satu alasan penarikan utang baru,” ujar Badiul.

Badiul menambahkan, pada perkembangan makroekonomi terkini, inflasi pada Juni lalu tercatat 1,87 persen (yoy) atau masih dalam kisaran sasaran target di 1,5-3,5 persen. Meski demikian, dia memperingatkan tekanan inflasi dapat meningkat jika daya beli masyarakat tidak membaik.

Daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, menunjukkan penurunan signifikan. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah nominal simpanan di bawah 100 juta terkontraksi sebesar 0,9 persen per Mei 2025, mencerminkan penurunan kepercayaan dan kemampuan finansial masyarakat.

Ke depan menurut Badiul, tantangan utamanya ada pada konsistensi implementasi dan pengawasan. "Kalau langkah percepatan ini bisa dijalankan dengan disiplin, maka kita bisa berharap pertumbuhan ekonomi lebih inklusif, bukan hanya angka di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Belum lagi lanjut dia, tantangan kondisi perekonomian global yang masih belum stabil, sebagai dampak dari geopolitik."Jika ingin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pemerintah perlu memeperkuat pondasi perekonomian nasional yaitu sektor riil (UMKM)," pungkasnya.

Pacu Investasi

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Amin dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan terkait Pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan Tahun 2026 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9), meminta pemerintah menggenjot investasi agar serapan pekerja meningkat.

Dirinya menyoroti penurunan proyeksi pertumbuhan investasi dari 5,5 persen pada tahun sebelumnya menjadi 5,2 persen pada 2026. Menurutnya, hal itu perlu menjadi perhatian serius. Untuk itu, dia menekankan pentingnya langkah konkret untuk menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam negeri maupun asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
# 6
# 6
Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.