Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Beli Kian Tertekan, Penjualan Eceran Tersendat: IPR Agustus Melambat ke 2,7%

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 17:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daya Beli Kian Tertekan, Penjualan Eceran Tersendat: IPR Agustus Melambat ke 2,7% Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Penjualan eceran pada Agustus diperkirakan mengalami perlambatan pertumbuhan, yang mencerminkan mulai melemahnya daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Sektor-sektor yang biasanya menopang konsumsi, seperti makanan, minuman, dan produk kebutuhan rumah tangga, masih menunjukkan kontribusi positif, namun dengan laju pertumbuhan yang lebih terbatas dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran pola belanja konsumen yang lebih selektif, dengan prioritas pada kebutuhan pokok dibanding barang non-esensial.

Selain itu, faktor musiman turut berpengaruh, mengingat puncak belanja masyarakat lebih banyak terjadi pada bulan-bulan sebelumnya yang bertepatan dengan momentum hari raya.

Sementara itu, biaya hidup yang meningkat serta tekanan dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi menekan daya beli lebih jauh.

Jika tren perlambatan ini berlanjut, maka implikasinya bukan hanya pada sektor perdagangan ritel, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar bagi PDB.

Dengan demikian, diperlukan langkah antisipatif berupa pengendalian inflasi, stabilisasi harga bahan pokok, serta insentif untuk menjaga minat belanja konsumen agar penurunan penjualan eceran tidak berlarut-larut.

Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran tetap tumbuh pada Agustus 2025, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh sebesar 2,7 persen year-on-year (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2025 sebesar 4,8 persen.

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang budaya dan rekreasi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/9).

Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2025 diprakirakan mencatat kontraksi sebesar 0,3 persen month-to-month (mtm).

Angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan kontraksi sebesar 4,1 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan IPR secara bulanan berdasarkan kelompoknya didukung oleh kinerja penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta subkelompok sandang.

Adapun pada Juli 2025, IPR tumbuh sebesar 4,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2025 sebesar 1,3 persen (yoy).

Peningkatan IPR tersebut terutama didorong oleh kinerja penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta subkelompok alat tulis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.