Bali Dilanda Banjir Besar, Happy Salma Harapkan Penerapan Keseimbangan Tata Ruang
📅 Kamis, 11 Sep 2025, 18:28 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
DENPASAR - Aktris Happy Salma mengharapkan semua pihak menerapkan keseimbangan tata ruang di Bali sebagai refleksi dari banjir besar yang melanda enam kabupaten/kota di Pulau Dewata pada Rabu (10/9).
“Alam mengingatkan kita semua bahwa pada akhirnya keseimbangan dan izin (bangunan) itu barus diperketat lagi,” kata Happy Salma di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (11/9).
Peraih Piala Citra untuk pemeran pendukung wanita terbaik tahun 2010 itu menyoroti saat ini banyak bangunan yang tidak mengindahkan aspek lingkungan, misalnya dibangun di dekat aliran sungai.
“Saya sedih sekali. Dulu ketika di Jakarta banjir, saya kabur ke Bali karena tidak banjir, ternyata 15 tahun kemudian itu terjadi di Bali,” ucapnya.
Artis peran itu pun mengajak semua pihak untuk berbenah terutama terkait keseimbangan alam menyikapi bencana banjir tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya itu, kearifan lokal masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana agar selalu dipegang teguh dan dilaksanakan. Tri Hita Karana adalah tiga hubungan harmonis manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan, dan sesama manusia.
“Nilai ekonomi penting tapi pada akhirnya ketika (alam) rusak, lebih banyak ruginya. Mungkin saatnya berbenah untuk izin bangunan terutama dan keseimbangan diri, Tri Hita Karana jadi pegangan diri,” ucapnya.
Seniman berusia 45 tahun itu saat ini bermukim di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, yang dalam kondisi aman saat terjadi musibah banjir di sebagian besar wilayah Pulau Dewata. Meski begitu, di dekat kediamannya terjadi tanah longsor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, pada Rabu (10/9) dini hari bencana banjir terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Badung, Jembrana, Gianyar dan Tabanan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban tewas hingga Kamis ini mencapai 14 orang dan dua orang dalam pencarian.
Bali saat ini berstatus tanggap darurat banjir selama satu minggu sejak ditetapkan pada Rabu (9/9).
Terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat agar menopang Bali sebagai destinasi pariwisata internasional dengan pembangunan infrastruktur kelas dunia.
Saat menghadiri peluncuran program "Jaga Desa" di Kejaksaan Tinggi Bali, Denpasar, Kamis, Wayan Koster mengatakan Bali dengan wilayah seluas hanya 5.560 kilometer persegi (km2), berpenduduk 4,4 juta dan jumlah wisatawan hampir 17 juta berkontribusi sangat besar terhadap Indonesia terutama dalam sektor ekonomi.
“Sumbangan devisa pariwisata Bali (mencapai) 44 persen dari devisa nasional yang bersumber dari sektor pariwisata. Tapi, tingginya kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata dan perekonomian tidak mendapat dukungan secara imbang dari sisi pembangunan infrastruktur,” katanya di hadapan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia Ahmad Riza Patria, Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kejati Bali Ketut Sumedana serta para bupati se-Bali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!