Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Udang Indonesia Diblokir FDA karena Dugaan Radioaktif, Ribuan Pekerja Banten Terancam PHK

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Udang Indonesia Diblokir FDA karena Dugaan Radioaktif, Ribuan Pekerja Banten Terancam PHK Doc: Jakarta Globe

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memblokir impor udang beku dari Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) Indonesia karena dugaan kontaminasi radioaktif, sehingga memicu kekhawatiran gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal serta dampak ekonomi serius bagi petambak dan pekerja di Provinsi Banten.

FDA mengonfirmasi bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mendeteksi keberadaan Cesium-137 (Cs-137) di kontainer milik BMS di empat pelabuhan Amerika Serikat, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami. Pengambilan sampel lanjutan oleh FDA menemukan Cs-137 dalam setidaknya satu pengiriman udang roti. Akibatnya, kontainer dan produk yang terkontaminasi ditolak masuk ke pasar Amerika.

“Produk tersebut tampaknya disiapkan, dikemas, atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis sehingga dapat terkontaminasi Cs-137 dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan,” kata FDA dalam pernyataannya.

Pihaknya menambahkan masih terus berkoordinasi dengan regulator Indonesia untuk melacak penyebab utama kasus tersebut.

Larangan ekspor ini telah mengguncang produsen udang di Banten, daerah yang menjadi basis pasokan utama BMS. Petambak lokal H. Usmar Buntara asal Wansalam, Kabupaten Lebak, mendesak pemerintah Indonesia segera turun tangan.

“Pejabat pemerintah harus langsung ke Amerika Serikat dan melobi agar pasar dibuka kembali. Jika ini berlanjut, tambak kami akan kolaps. Harga sudah jatuh di bawah biaya produksi,” ujar Usmar kepada wartawan di lokasi tambaknya, Selasa.

Ia memperingatkan bahwa penghentian ekspor selama dua pekan menyebabkan gudang penyimpanan penuh dan harga merosot, sementara biaya produksi tetap tinggi. Menurutnya, efek domino bisa membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan.

“Kalau tambak tutup, pabrik pakan berhenti, transportasi terhenti. BMS saja memiliki hampir 11 ribu karyawan. Jika tidak segera ditangani, ini bisa memicu pengangguran massal,” tegasnya.

Dari 34 tambak udang yang beroperasi di Banten, hanya 20 yang masih aktif. Sebanyak 11 lainnya telah tutup dalam dua pekan terakhir, sementara banyak petambak berhenti membeli benur karena ketidakpastian akses pasar.

Usmar juga membantah klaim bahwa kontaminasi berasal dari praktik budidaya. Ia menilai kemungkinan besar pencemaran disebabkan oleh aktivitas industri eksternal.

“BMS tidak menggunakan antibiotik, bahan kimia, pewarna, atau pengawet. Hasil uji menunjukkan kadar isotop hanya 62 Bq, jauh di bawah ambang batas 1.200 Bq. Udang kami aman dikonsumsi,” jelasnya.

Ia mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan segera melakukan diplomasi tingkat tinggi dengan pemerintah Amerika Serikat.

“Udang adalah komoditas strategis. Jutaan orang menggantungkan hidup dari industri ini. Pemerintah harus bergerak cepat agar petambak tetap bisa berproduksi,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.