Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH Dukung Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih untuk TPS3R

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 18:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH Dukung Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih untuk TPS3R Doc: ANTARA 
Ket. Petugas mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk organik cair di TPS3R Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/8/2025).

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan tengah mendorong pengadaan TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular dengan berkolaborasi bersama Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih

"TPS3R ini tempat pengelolaan sampah reduce, reuse dan recycle ini yang kira-kira ada di level kecamatan. Untuk itu maka harus dibangun sirkular ekonominya. Sehingga pendanaannya kami akan kolaborasi dengan teman-teman Koperasi Merah Putih," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif, dalam peninjauan ke kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (09/9).

"Harapan kami ini menjadi salah satu unit usaha dari Koperasi Merah Putih," tambahnya.

Kolaborasi itu didorong, kata Hanif, mengingat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki akses pendanaan melalui bank-bank yang bergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dengan akses tersebut diharapkan memastikan ekonomi sirkular dapat terimplementasi di tingkat tapak, sekaligus membantu upaya pengelolaan sampah.

TPS3R sendiri merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang ditargetkan penambahannya, bersama dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang menggandeng industri semen.

Isu pendanaan itu juga menjadi penting mengingat menurut kajian oleh KLH/BPLH maka diperlukan Rp300 triliun untuk mentransformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping.

Jumlah itu diperlukan untuk mencapai target pengelolaan sampah 100 persen pada 2029, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Investasi tersebut diperlukan termasuk untuk mentransformasi 343 TPA yang masih menggunakan sistem open dumping atau menumpuk sampah secara terbuka tanpa pengelolaan, menjadi minimal controlled landfill atau sanitary landfill.

Diproyeksikan juga pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di 33 kota, pendirian 250 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan 42 ribu TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

"Sehingga sampah yang saat ini menjadi problem mudah-mudahan bisa kita urai menjadi kegiatan sebagiannya melalui sirkular ekonomi tadi. Sehingga RDF kami akan mencoba diskusi dengan Danantara.Tidak hanya waste to energy yang dibiayai oleh Danantara tetapi RDF," demikian Hanif Faisol Nurofiq.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.