Cedera Apa Saja yang Sering Dialami Pemain Basket?
📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:52 WIB | Oleh: Haryo BronoDiagnosis Cedera Pemain Basket
“Secara sederhana, untuk mengenali tingkat keparahan cedera, Anda dapat melakukan pemeriksaan dini secara mandiri, dengan mengecek apakah Anda dapat berdiri dan berjalan secara normal.Apabila Anda dapat tetap berdiri dan berjalan, kemungkinan besar cedera yang dialami tidak fatal. Kemudian, lihat juga apakah ada perbedaan pada bentuk lutut kaki kiri dan kaki kanan,” ujar dia melalui keterangannya pada hari Senin (8/9).
Cedera juga dapat diketahui jika Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, terutama dokter spesialis ortopedi konsultan hip and knee, adult reconstruction, trauma, and sports atau dokter spesialis kedokteran olahraga yang akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan diagnosis.
“Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area cedera dan jika perlu merujuk untuk melakukan pemeriksaan penunjang radiologi dengan rontgen, CT Scan, atau MRI, atau pemeriksaan lain yang dianggap perlu,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanganan Cedera Lutut Pemain Basket
Setelah diagnosis ditegakkan, maka penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera. Jika ligamen yang putus hanya parsial, penanganan berupa fisioterapi dapat menjadi pilihan untuk menjaga kekuatan otot.
Jika tingkat keparahan cedera berada di grade 2 atau 3, pilihan tindakan yang dapat dilakukan adalah rekonstruksi dengan penggantian ligamen baru. Pada kasus robekan bantalan yang cukup besar, dapat pula dilakukan tindakan penjahitan bantalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika sebelumnya tindakan ini dilakukan secara bedah konvensional atau dengan sayatan yang cukup besar, kini telah hadir teknologi yang memungkinkan tindakan bedah dilakukan secara minimal invasive atau dengan sayatan minimal bernama arthroscopy,” paparnya.
Arthroscopy adalah prosedur operasi yang berfungsi menegakkan diagnosis sekaligus menangani masalah pada persendian. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi dengan memasukkan alat berupa arthroscope, yakni alat khusus seperti selang tipis elastis dan dilengkapi dengan kamera serta senter.
“Selain lutut, prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani cedera pada bahu, siku, pergelangan tangan, panggul, dan pergelangan kaki,” ujar dia.
Dibandingkan dengan operasi konvensional yang melibatkan sayatan lebih besar, arthroscopy memiliki beberapa kelebihan, yaitu luka sayatan lebih kecil, risiko perdarahan lebih kecil, proses penyembuhan lebih cepat, efektivitas prosedur yang lebih tinggi karena dapat menjangkau tempat yang tidak mungkin terjangkau dengan tindakan operasi konvensional dan proses operasi lebih singkat
Pemulihan Cedera Lutut
Durasi pemulihan cedera lutut bervariasi, tergantung pada jenis cedera, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Setelah menjalani tindakan arthroscopy lutut, umumnya pasien dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu 1-2 minggu. Sedangkan aktivitas berat dan olahraga biasanya baru dapat dilakukan kembali setelah 6-8 minggu, tergantung hasil tindakan dan rekomendasi dokter spesialis ortopedi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!