Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cedera Apa Saja yang Sering Dialami Pemain Basket?

📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:52 WIB | Oleh:
Cedera Apa Saja yang Sering Dialami Pemain Basket? Doc: RSPI
Ket. dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT. (K) selaku Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hip and Knee, Adult Reconstruction, Trauma, and Sports RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

JAKARTA - Meski membuat tubuh sehat, olahraga tidak lepas dari risiko cedera dengan proses pemulihan yang panjang. Namun dengan penanganan yang tepat dan optimal, harapan untuk pulih dengan cepat bukan hal yang mustahil.

Salah satu area yang dialami pemain basket adalah lutut. Organ ini berperan penting untuk menyokong atau menopang seluruh beban tubuh. Selain itu, dari beberapa bagian tungkai, lutut merupakan area yang paling aktif digunakan ketika berolahraga, terutama olahraga basket.

Cedera lutut atau di area sekitar lutut menjadi cedera yang sering dialami oleh pegiat olahraga basket. Hal ini terjadi karena gerakan olahraga basket memiliki banyak entakan, gerakan twisting, melompat, dan body contact.

dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT. (K) selakuDokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hip and Knee, Adult Reconstruction, Trauma, and Sports RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, menjelaskan ada empat jenis cedera lutut yang dialami pemain basket

1. Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL)

Disamping kemungkinan cedera ligamen lutut yang lain, cedera ACL merupakan yang paling sering terjadi. Cedera ACL adalah kerusakan atau robekan pada ligamen krusiatum lutut anterior yang menghubungkan tulang paha bagian bawah dengan tulang kering untuk menjaga kestabilan lutut.

2. Stress Fractures

Stress Fractures adalah retakan halus yang terbentuk pada tulang karena tekanan atau benturan berulang. Stress fractures umumnya terjadi di bagian tungkai bawah.

3. Cedera Bantalan atau Meniskus

Cedera Meniskus merupakan cedera hingga robekan pada bantalan lutut yang biasa terjadi pada olahragawan akibat perubahan gerakan kaki secara tiba-tiba.

4. Cedera Otot atau Sprain/Strain

Sprain/Strain adalah kondisi pemakaian otot atau adanya otot yang tertarik secara berlebihan.

5. Cedera tulang rawan

Cedera tulang rawan disebabkan oleh robekan tulang rawan sendi yang melapisi tulang keras di sendi lutut. Selain beberapa cedera pada jaringan lunak, jaringan keras pada lutut juga dapat mengalami cedera berupa patah tulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.