Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor Jasa Konstruksi Diprediksi Tumbuh 4,5–6% pada 2026

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 20:57 WIB | Oleh:
Sektor Jasa Konstruksi Diprediksi Tumbuh 4,5–6% pada 2026 Doc: Doc. ANTARA FOTO/Fauzan

Yogyakarta – Guru Besar UGM Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Prof. Danang Parikesit, memperkirakan sektor jasa konstruksi akan tumbuh 4,5–6 persen pada 2026. Proyeksi ini ditopang proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), alokasi APBN untuk infrastruktur pertanian, proyek strategis nasional (PSN), serta pembangunan infrastruktur daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Proyek utama misalnya pembangunan tiga juta rumah swasta dengan estimasi Rp240 triliun untuk satu juta rumah pada 2026, serta inisiatif strategis pemerintah di sektor energi, kawasan industri, dan hilirisasi. Hal ini menandai pergeseran strategi pembangunan dari berbasis anggaran negara menuju pembiayaan kreatif, kemitraan, dan swasta,” ujar Danang dalam webinar Market Outlook Persepsi Risiko Usaha Jasa Konstruksi 2026, Kamis (4/9).

Meski prospek pertumbuhan cukup besar, Danang menilai usaha jasa konstruksi kecil dan menengah (UJK) masih menghadapi tantangan serius, mulai dari ketidakpastian usaha, keterbatasan teknologi, hingga rendahnya kompetensi sumber daya manusia. Ia menekankan perlunya kebijakan berkelanjutan dengan langkah strategis, seperti penyediaan informasi real-time untuk komoditas strategis, peningkatan kompetensi tenaga ahli dan terampil secara masif, dukungan pembiayaan dan penjaminan, penetapan standar industri, diversifikasi usaha, serta penguatan kemitraan bagi UJK.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Boby Ali Azhari, menegaskan sektor konstruksi memegang peran vital dalam perekonomian nasional. Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada 2029 juga akan ditopang sektor ini. Karena itu, menurutnya, diperlukan transformasi untuk menjawab tantangan yang ada.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Ikaputra, menambahkan bahwa sistem transportasi, logistik, dan industri jasa konstruksi dapat saling mendukung dalam membangun infrastruktur berkelanjutan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar pembangunan infrastruktur adaptif sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.