Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putusnya Kabel Bawah Laut di Laut Merah Ganggu Internet Asia dan Timur Tengah

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Putusnya Kabel Bawah Laut di Laut Merah Ganggu Internet Asia dan Timur Tengah Doc: Pexels

JAKARTA – Putusnya kabel bawah laut di Laut Merah mengganggu akses internet di sejumlah wilayah Asia dan Timur Tengah sejak akhir pekan lalu. Para ahli menyebut insiden ini berdampak pada konektivitas global, meski penyebab pasti pemutusan kabel tersebut masih belum jelas.

Kekhawatiran muncul karena kabel bawah laut itu berlokasi di area konflik Laut Merah, di mana pemberontak Houthi Yaman aktif melakukan operasi militer. Beberapa pihak menduga kabel menjadi sasaran serangan, namun Houthi telah membantah bertanggung jawab meski mereka sebelumnya mengaku menargetkan kapal-kapal untuk menekan Israel menghentikan perang melawan Hamas di Jalur Gaza.

Kabel bawah laut merupakan tulang punggung utama jaringan internet dunia selain koneksi satelit dan kabel darat. Biasanya penyedia layanan internet memiliki beberapa jalur cadangan untuk mengalihkan lalu lintas data, tetapi kondisi ini tetap menyebabkan penurunan kecepatan bagi pengguna di kawasan terdampak.

Perusahaan teknologi Microsoft mengonfirmasi melalui situs web statusnya bahwa wilayah Timur Tengah berpotensi mengalami peningkatan latensi akibat putusnya jaringan serat optik bawah laut di Laut Merah. “Lalu lintas internet di luar kawasan Timur Tengah tidak terdampak,” tulis perusahaan berbasis di Redmond, Washington, tanpa memberikan penjelasan lebih rinci.

Sementara itu, NetBlocks, lembaga pemantau internet, menyatakan serangkaian gangguan kabel bawah laut di Laut Merah telah menurunkan konektivitas di beberapa negara. Mereka menuding kegagalan yang memengaruhi sistem kabel SMW4 dan IMEWE di dekat Jeddah, Arab Saudi. Kondisi ini berdampak pada akses internet di India dan Pakistan.

Kabel Asia Tenggara–Timur Tengah–Eropa Barat 4 (SMW4) dioperasikan oleh Tata Communications dari India, sementara kabel India–Timur Tengah–Eropa Barat (IMEWE) dikelola konsorsium internasional di bawah pengawasan Alcatel-Lucent. Hingga kini, kedua operator belum merilis pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Di Pakistan, perusahaan telekomunikasi nasional PTCL mengonfirmasi adanya pemotongan kabel laut dalam pernyataannya pada Sabtu. Namun, otoritas Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi mengenai gangguan yang dilaporkan di wilayahnya.

Di Uni Emirat Arab, pengguna layanan internet dari Du dan Etisalat mengeluhkan akses yang melambat di Dubai dan Abu Dhabi. Pemerintah UEA juga belum secara resmi mengakui adanya gangguan pada jaringan kabel bawah laut.

Para pakar menilai kabel bawah laut bisa rusak akibat jangkar kapal atau aktivitas bawah laut lainnya. Namun, mereka juga tidak menutup kemungkinan adanya serangan terarah. Proses perbaikan kabel ini biasanya memakan waktu berminggu-minggu, karena kapal khusus harus menemukan lokasi tepat kerusakan sebelum melakukan perbaikan teknis.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Laut Merah. Pemberontak Houthi Yaman yang mendapat dukungan Iran telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal sejak November 2023 hingga akhir 2024. Dalam serangan-serangan tersebut, mereka menenggelamkan sedikitnya empat kapal dan menewaskan delapan pelaut.

Pada awal 2024, pemerintah Yaman yang diakui internasional sempat menuduh Houthi berencana menargetkan kabel bawah laut di Laut Merah. Beberapa kabel memang terputus, meski Houthi tetap membantah bertanggung jawab. Namun, pada Minggu pagi, saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi mengutip NetBlocks dan mengakui bahwa gangguan kabel memang terjadi.

Israel dan Houthi terus terlibat dalam eskalasi konflik, terutama setelah Israel melakukan serangan udara yang menewaskan sejumlah pemimpin senior pemberontak tersebut. Houthi sempat menghentikan serangan selama gencatan senjata singkat, tetapi kembali melancarkan operasi militer setelah kampanye udara intensif yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump.

Situasi semakin kompleks karena perang Israel-Hamas di Jalur Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Upaya menuju gencatan senjata baru masih belum pasti, sementara ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan 12 hari terhadap Republik Islam, termasuk menargetkan tiga situs nuklir Iran yang kemudian dibom oleh Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.