Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Aduan Disabilitas Naik, Ombudsman Janji Wujudkan Layanan Publik Inklusif

📅 Kamis, 04 Sep 2025, 03:00 WIB | Oleh:
Tren Aduan Disabilitas Naik, Ombudsman Janji Wujudkan Layanan Publik Inklusif Doc: ANTARA/HO-Ombudsman RI
Ket. Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro (kiri), Anggota Ombudsman Indraza Marzuki Rais (kanan) bersama para narasumber lainnya dalam "Webinar dan Pelatihan Pemberian Pelayanan Kepada Penyandang Disabilitas" yang digelar secara daring, Selasa (2/9).

JAKARTA - Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro menegaskan bahwa para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.

"Meski ragam disabilitas menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan publik, saat itulah sikap responsif sebagai penyelenggara pelayanan diuji," kata Johanes dalam Webinar dan Pelatihan Pemberian Pelayanan Kepada Penyandang Disabilitas secara daring, Selasa (2/9), seperti dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Johanes menyampaikan kenaikan tren pengaduan mengenai disabilitas yang diterima Ombudsman pada rentang waktu tahun 2020 hingga 2024.

Ia mengatakan tren peningkatan itu menunjukkan kesadaran akan hak pelayanan publik yang tumbuh, sekaligus menegaskan masih adanya hambatan layanan bagi penyandang disabilitas.

Meski begitu, ia kembali menegaskan komitmen Ombudsman untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dengan menyentuh dua hal besar, yaitu sumber daya manusia yang berperspektif pelayanan secara inklusif serta sarana dan prasarana yang aksesibel bagi semua kalangan masyarakat.

"Tanpa kedua hal tersebut, inklusi hanya berhenti di atas kertas," ujarnya.

Anggota Ombudsman Indraza Marzuki Rais menambahkan Ombudsman menguatkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, berkeadilan, dan menghormati martabat setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

Ia menyebutkan Ombudsman hadir untuk memastikan tidak ada satu pun warga negara yang terabaikan, termasuk mereka yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengakses layanan publik.

Untuk itu, tujuan dari pelatihan yang diselenggarakan Ombudsman bukan sekadar menambah pengetahuan teknis, melainkan juga menumbuhkan kesadaran mendalam bahwa pelayanan publik yang ramah bagi penyandang disabilitas merupakan cerminan dari kemanusiaan, keadilan, dan kualitas demokrasi Indonesia.

Melalui pelatihan yang diikuti 31 peserta dari Ombudsman pusat maupun perwakilan tersebut, ia berharap terbangun budaya kerja yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga berhati nurani.

"Kami semua menyadari bahwa tantangan dalam mewujudkan pelayanan publik yang ramah disabilitas masih banyak. Namun, saya percaya dengan pelatihan ini kami menanamkan benih perubahan," ujar Indraza pada kesempatan sama.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Eka Prastama Widiyanta menyampaikan adanya harapan besar kepada Ombudsman dengan adanya mandat sebagai pengawas pelayanan publik.

Dia berharap penyandang disabilitas dapat memanfaatkan keberadaan Ombudsman di seluruh Indonesia untuk menyampaikan pengaduan pelayanan publik.

Senada, Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Revita Alvi pun mengatakan pemenuhan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas harus dilihat sebagai layanan standar, sehingga tidak perlu berlebihan namun menjamin akses.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.