Bulu Tangkis Akhiri Penantian 28 Tahun Raih Emas Asian Games
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 06:53 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraAICHI-NAGOYA — Penantian panjang Indonesia akhirnya berakhir. Tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama Merah Putih di Asian Games 2026 setelah menundukkan Tiongkok 3-2 pada final di Aichi-Nagoya, Kamis (24/9). Kepastian emas ditentukan pada partai kelima melalui kemenangan Mohamad Zaki Ubaidillah atas Wong Hongyang.
Ubaidillah tampil tenang pada laga penentuan meski sempat mendapat tekanan ketat pada gim pertama. Pemain yang akrab disapa Ubed itu akhirnya menang 23-21. Di gim kedua, permainan Ubed semakin terkendali. Dia mampu menjaga keunggulan sejak awal sebelum menutup pertandingan dengan skor 21-13.
“Perasaan campur aduk, bersyukur bisa memberikan poin. Sempat tegang di awal,” ujar Ubaidillah seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian selama 28 tahun. Terakhir kali Indonesia merebut emas Asian Games dari nomor beregu putra terjadi pada tahun 1998 di Bangkok. Setelah menunggu hampir tiga dekade, tradisi emas itu kembali hadir di Aichi-Nagoya.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak mudah. Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie menyerah kepada Shi Yu Qi, 13-21, 18-21, dan pasangan Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang, 20-22, 21-19, 14-21.
Kebangkitan dimulai dari Alwi Farhan. Ia mengalahkan Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang dua gim langsung atas He Ji Ting/Liu Yi, 23-21, 21-10. Ubed akhirnya menjadi penentu.
Emas bulu tangkis juga mengubah perolehan medali Indonesia. Sebelum emas tersebut, Merah Putih mengoleksi 19 medali, terdiri atas empat perak dan 15 perunggu. Setelah tambahan emas, Indonesia memiliki 20 medali: satu emas, empat perak, dan 15 perunggu.
Pada hari keenam Asian Games, Indonesia juga menambah tiga perak. Dari menembak nomor 10 meter air pistol beregu putra, Sulthanul Aulia Maruf, Muhamad Iqbal Raia Prabowo, dan Wira Sukmana finis kedua di belakang Tiongkok.
Dua perak lainnya datang dari rowing. Ali Mardiansyah/Rafiq Wijdan Yasir menjadi runner-up lightweight double sculls putra dengan waktu 6 menit 23,41 detik. Kuartet Memo, Ihram, Rendi Setia Maulana, dan Febrian juga finis kedua pada quadruple sculls.
Sementara itu, tiga perunggu diraih dari kano sprint 200 meter putri melalui Herlin Aprilin Lali, sepak takraw beregu putra, serta balap sepeda nomor cross country putri lewat Sayu Bella Sukma Dewi. Herlin mencatat 47,309 detik, sedangkan Dewi menjadi peraih medali pertama Indonesia dari cabang balap sepeda.
Indonesia juga nyaris mendapat tambahan medali dari angkat besi. Ricko Saputra finis keempat kelas 60 kilogram dengan total angkatan 298 kg, hanya terpaut 1 kg dari peraih perunggu, Theerapong Silachai dari Thailand. Eko Yuli Irawan juga menempati posisi keempat kelas 65 kilogram dengan total 302 kg.
Di klasemen sementara, Tiongkok masih memimpin dengan 75 emas, 26 perak, dan 17 perunggu. Jepang berada di posisi kedua dengan 19 emas, 29 perak, dan 36 perunggu. Thailand menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi, yakni peringkat keenam, disusul Malaysia di posisi ke-10. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!