Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Langka! Bunga Rafflesia Arnoldi Kembali Mekar di Hutan Solok, Wisatawan Mancanegara Datang

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 21:56 WIB | Oleh:
Langka! Bunga Rafflesia Arnoldi Kembali Mekar di Hutan Solok, Wisatawan Mancanegara Datang Doc: ANTARA/HO-Pokdarwis Belukar Solok
Ket. Dua orang wisatawan mancanegara tengah mengabadikan momen dengan bunga rafflesia arnoldi yang ditemukan mekar di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (2/9).

SOLOK - Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis) Alam Belukar menemukan bunga langka Rafflesia arnoldi kembali mekar di hutan Bukik Tabuh-Tabuh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Mekar sejak Selasa (2/9), bunga berdiameter besar itu terancam cepat layu akibat kemarau panjang dan paparan sinar matahari langsung.

Koordinator Perkumpulan Belukar Saniangbaka, Muhammad Rizki di Singkarak, Rabu, mengatakan bunga bangkai yang berhasil ditemukan tersebut telah mekar pada Selasa (2/9).

Bunga rafflesia tersebut tampak mudah layu dikarenakan faktor cuaca. Menurut dia, akibat kemarau panjang di daerah itu dan terpapar matahari langsung membuat bunga bangkai tersebut cepat layu.

"Di lokasi ini juga ditemukan bunga gagal mekar pada bulan Agustus lalu, karena terpapar matahari langsung dan kemarau," ujar dia.

Rizki mengatakan jika dilakukan pemantauan yang rutin oleh tim perkumpulan belukar Saniangbaka selama tahun 2025, diperkirakan 10, bahkan sampai 11 bunga rafflesia yang mekar.

"Namun, karena tidak begitu aktif melakukan pemantauan, banyak bunga yang tidak terpantau mekar," katanya.

Ia menyebutkan bunga rafflesia yang mekar dan berhasil terpantau oleh tim, yakni di Gaduang Beo (mekar, dokumen team resorst BKSDA Solok), di Aia Tumbuk (Aia Bareh), ada juga yang gagal mekar di Bukik Tabuh, dan sekarang awal September kembali ditemukan mekar di Bukik Tabuh-Tabuh.

"Soalnya kita tidak begitu aktif di tahun ini, karena kesibukan di pekerjaan lain. Jadi, banyak yang mekar tanpa sepengetahuan kami," katanya.

Ia mengaku saat ini tim perkumpulan belukar Saniangbaka tidak begitu rutin melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan bunga rafflesia di daerahnya.

"Kalau seandainya rutin dipantau mungkin sudah ditemukan bunga bangkai itu yang mekar sekitar tujuh sampai sembilan bunga pada tahun ini, ditambah yang gagal mekar kemarin dua bunga," katanya.

Ia mengatakan kendala mereka saat ini lebih ke tidak adanya waktu luang. jika ada tamu yang menanyakan, baru dilakukan pemantauan. Kalau tidak ada biasanya dibiarkan mekar sendiri tanpa dipantau lagi.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk bonggol yang terpantau dari kecil hingga besar baru sekitar 14 bonggol lagi yang bisa mekar di tahun ini, tapi belum bisa diprediksi bisa mekar keseluruhannya (bisa gagal/faktor keadaan).

"Alhamdulillah, kemarin kita mendapat kunjungan wisatawan dari mancanegara, kita koordinasi sama pemandu wisata Bukittinggi (kaloauada bunga yang mekar). Mereka berasal dari Republik Ceko," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.