Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi Tegas: Perbaikan Infrastruktur Pascademo Jangan Ganggu Anggaran Publik!

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 20:10 WIB | Oleh:
Dedi Mulyadi Tegas: Perbaikan Infrastruktur Pascademo Jangan Ganggu Anggaran Publik! Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Sate Bandung, Rabu (3/9).

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat demonstrasi tidak boleh mengganggu anggaran layanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan. Jika daerah tidak sanggup, Pemprov Jabar siap turun tangan membantu perbaikan.

Pemprov Jabar, kata Dedi, telah mengkoordinasikan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat peristiwa unjuk rasa beberapa waktu ini.

"Kita koordinasikan seluruh kabupaten/kota di Jabar untuk segera lakukan perbaikan infrastruktur yang rusak karena aksi demonstrasi. Tetapi nanti alokasi untuk perbaikan infrastruktur tidak boleh juga mengganggu anggaran untuk layanan publik. Itu enggak boleh," kata Dedi di Gedung Sate Bandung, Rabu.

Apalagi, kata Dedi, sampai terjadi akal-akalan untuk perbaikan infrastruktur dengan memotong anggaran belanja kesehatan, ataupun belanja pendidikan.

"Itu enggak boleh," ujarnya.

Jikapun kabupaten dan kota tersebut tidak sanggup melakukan perbaikan mandiri, Dedi mempersilahkan untuk menyampaikan ke provinsi dan akan dibantu oleh provinsi.

"Untuk bantuan dari Pemprov kita antisipasi. Nanti kalau kabupaten-kotanya enggak sanggup, kita perbaiki oleh pemerintah provinsi," tuturnya.

Dedi Mulyadi sebelumnya memang berjanji memfasilitasi mahasiswa untuk berdialog secara terbuka dengan DPRD Jabar dan Forkopimda Jabar di Gedung Sate, Rabu ini.

Ratusan mahasiswa yang berasal dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang merupakan organisasi kemahasiswaan intra kampus hadir dan menyampaikan aspirasinya.

Sebagian besar aspirasi itu disampaikan mengenai dorongan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset bagi koruptor, reformasi Polri, insiden gas air mata di sekitar Kampus Unpas dan Unisba, hingga tuntutan transparansi tunjangan anggota legislatif seperti DPR dan DPRD. Termasuk kritikan soal konten media sosial pimpinan daerah yang lebih banyak unsur populisme-nya.

Kegiatan ini sendiri, sebagai respon aksi demonstrasi di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir berakhir ricuh termasuk di Bandung.

Di Bandung akibat demo pada 29-30 Agustus 2025 sedikitnya bangunan yang terdiri atas aset MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda, Gedung DPRD Jabar, 10 motor, warung makan lainnya, dan infrastruktur di bawah Jembatan Pasupati mengalami kerusakan.

Di daerah lain juga dilaporkan adanya aksi perusakan. Salah satunya di Cirebon di mana Gedung DPRD Kabupaten Cirebon dibakar, dirusak dan dijarah massa, kemudian di Tasikmalaya Gedung DPRD Kota Tasik juga mendapatkan aksi pengrusakan dan penjarahan oleh massa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.