Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Bakal Batasi Akses Terhadap Teknologi Rentan Penyalahgunaan

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:56 WIB | Oleh:
Australia Bakal Batasi Akses Terhadap Teknologi Rentan Penyalahgunaan Doc: AFP

CANBERRA - Pemerintah Australia, Selasa (2/9), mengumumkan akan mengambil langkah untuk membatasi akses terhadap teknologi yang rentan disalahgunakan, termasuk perangkat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu menghasilkan gambar eksplisit seksual.

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells pada Selasa (2/9) mengatakan pemerintah akan bekerja sama erat dengan industri teknologi untuk membatasi akses terhadap perangkat penguntit daring yang sulit dideteksi, serta aplikasi AI yang dapat membuat konten rekayasa digital (deepfake) eksplisit seksual.

"Ada tempat bagi AI dan teknologi pelacakan yang sah di Australia, tetapi tidak ada tempat bagi aplikasi dan teknologi yang semata-mata digunakan untuk melecehkan, mempermalukan, dan menyakiti orang lain, terutama anak-anak kita," kata Wells dalam pernyataannya.

"Ini terlalu penting untuk diabaikan. Teknologi yang rentan disalahgunakan dapat diakses secara luas dan mudah, dan saat ini menyebabkan kerusakan nyata yang tidak dapat diperbaiki."

Dia menambahkan bahwa penindakan ini akan melengkapi undang-undang yang sudah ada, yang melarang tindakan penguntitan dan penyebaran materi eksplisit seksual tanpa persetujuan.

Seperti halnya larangan yang diterapkan Australia bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun untuk mengakses platform media sosial, yang akan mulai berlaku pada Desember, undang-undang baru ini akan memberikan tanggung jawab untuk membatasi akses ke alat-alat yang rentan disalahgunakan tersebut kepada perusahaan teknologi.

Komisaris eSafety pemerintah federal, Julie Inman Grant, pada Juni menyatakan bahwa dalam 18 bulan terakhir, laporan insiden gambar intim hasil rekayasa digital yang melibatkan anak di bawah 18 tahun naik dua kali lipat dibandingkan tujuh tahun sebelumnya secara keseluruhan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.