Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembaga Kehilangan Tenaga, Harga Ikutan Jadi Pemicu

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tembaga Kehilangan Tenaga, Harga Ikutan Jadi Pemicu Doc: ANTARA/Rizal Khanafi
Ket. Pekerja berjalan di lokasi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/2/2025).

JAKARTA – Tembaga merupakan salah satu komoditas strategis global yang memegang peranan penting dalam transisi energi dan perkembangan teknologi.

Sebagai penghantar listrik yang sangat efisien, permintaan tembaga meningkat tajam seiring berkembangnya kendaraan listrik, energi terbarukan, serta infrastruktur digital.

Di sisi lain, keterbatasan pasokan akibat keterlambatan proyek tambang baru, tingginya biaya produksi, hingga faktor geopolitik, menjadikan harga tembaga rentan terhadap fluktuasi.

Bagi Indonesia, yang memiliki cadangan tembaga cukup besar, komoditas ini berpotensi menjadi motor devisa sekaligus penggerak hilirisasi industri.

Namun, tantangan tetap ada, mulai dari kebutuhan investasi infrastruktur smelter, regulasi yang konsisten, hingga isu lingkungan yang menyertai kegiatan tambang.

Oleh karena itu, tembaga tidak hanya bernilai sebagai komoditas tambang, tetapi juga sebagai aset strategis dalam mendukung transformasi ekonomi hijau dan kemandirian industri nasional.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan penurunan harga patokan ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama September 2025 dipengaruhi oleh penurunan harga mineral ikutan.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HPE rata-rata komoditas konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 4.639,10 dolar AS per Wet Metrik Ton (WMT). Nilai ini turun 0,42 persen dibandingkan periode kedua Agustus 2025 yang tercatat sebesar 4.658,55 dolar AS per WMT.

"Penurunan ini dipengaruhi turunnya harga mineral ikutan yang terkandung dalam konsentrat tembaga. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya permintaan global, khususnya dari sektor industri di Tiongkok, di tengah meningkatnya pasokan dari produsen utama," ujar Tommy dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Penurunan harga mineral ikutan yang terkandung dalam konsentrat tembaga, yakni tembaga murni sebesar 0,71 persen, emas 0,18 persen, dan perak 0,26 persen. Penurunan ini juga sejalan dengan melemahnya permintaan global.

Selain itu, penurunan HPE konsentrat tembaga juga dipengaruhi oleh pelemahan harga emas dan perak akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor.

Menurut Tommy, HPE konsentrat tembaga ditetapkan berdasarkan masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengacu pada harga pasar internasional, yaitu London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.

Tommy memastikan penetapan HPE dilakukan secara berkala, kredibel dan transparan. Sikap ini untuk memberikan kepastian berusaha bagi pelaku industri pertambangan nasional.

Proses penetapan HPE dilakukan dengan koordinasi antar kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.