Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Berlakukan Tarif 50% ke India Memicu Ketegangan Kedua Negara

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Trump Berlakukan Tarif 50% ke India Memicu Ketegangan Kedua Negara Doc: Mandel NGAN/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

NEW DELHI - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menggandakan tarif atas barang-barang dari India hingga 50 persen mulai berlaku sesuai jadwal pada hari Rabu (27/8). Kebijakan tarif itu meningkatkan ketegangan antara dua negara demokrasi terbesar di dunia itu. 

Sanksi tarif sebesar 25 persen yang diberlakukan akibat pembelian minyak Russia oleh India, melipatgandakan tarif Trump sebelumnya sebesar 25 persen untuk berbagai produk dari India. Tarif tersebut meningkatkan total bea masuk hingga 50 persen untuk barang-barang seperti garmen, permata dan perhiasan, alas kaki, peralatan olahraga, furnitur, dan bahan kimia, salah satu tarif tertinggi yang diberlakukan oleh AS dan setara dengan Brasil dan Tiongkok.

Tarif baru tersebut mengancam ribuan eksportir kecil dan lapangan pekerjaan, termasuk di negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, Gujarat.

Seorang pejabat Kementerian Perdagangan India mengatakan dengan syarat anonim bahwa eksportir yang terkena tarif akan menerima bantuan keuangan dan didorong untuk melakukan diversifikasi ke pasar seperti Tiongkok, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Pemberitahuan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS kepada pengirim barang memberikan pengecualian selama tiga minggu untuk barang-barang India yang dimuat ke kapal dan sedang dalam perjalanan ke AS sebelum batas waktu tengah malam. Barang-barang itu masih dapat memasuki AS dengan tarif yang lebih rendah sebelumnya sebelum pukul 12.01 Waktu Timur AS pada 17 September.

Barang-barang yang dikecualikan antara lain baja, aluminium dan produk turunannya, kendaraan penumpang, tembaga dan barang-barang lain yang dikenakan tarif terpisah hingga 50 persen berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Keamanan Nasional Pasal 232.

Pejabat kementerian perdagangan India mengatakan, tarif rata-rata untuk impor AS adalah sekitar 7,5 persen, sementara kantor Perwakilan Dagang AS telah menyoroti tarif hingga 100 persen untuk otomotif dan tarif rata-rata yang diterapkan sebesar 39 persen untuk barang pertanian AS.

Perundingan Gagal

Saat batas waktu aktivasi tengah malam mendekat, pejabat AS tidak menawarkan harapan bagi India untuk menghindari tarif.

“Ya,”ujar Penasihat Perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, ketika ditanya apakah kenaikan tarif ekspor India ke AS akan berlaku seperti yang diumumkan sebelumnya pada hari Rabu.

Tindakan tarif hari Rabu menyusullima putaran perundingan yang gagal , di mana pejabat India telah mengisyaratkan optimisme bahwa tarif AS dapat dibatasi pada 15 persen, tarif yang diberikan untuk barang-barang dari beberapa mitra dagang utama AS lainnya termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.