Trump akan Lakukan Segalanya untuk Akhiri Perang Ukraina
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/ Mandel NGAN
WASHINGTON DC - Utusan khusus Steven Witkoff, pada Rabu (27/8), mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini bahwa dirinya harus melakukan segalanya untuk mengakhiri konflik Ukraina.
"Saya pikir dia (Trump) berpandangan bahwa seolah-olah dia harus melakukan semua yang dia bisa," ujar Witkoff kepada Fox News.
Seperti dikutip dari Antara, Witkoff mengatakan bahwa Trump meyakini bahwa hanya dirinyalah "orang yang tepat saat ini, yang dapat mengakhiri masalah ini."
"Saya harus mencari cara untuk melakukan segalanya, saya dapat mempertemukan kedua belah pihak, dan - jika tidak bisa - memaksa mereka untuk bersatu," kata Witkoff menggambarkan pandangan Trump.
Sebelumnya, pada 15 Agustus, Presiden Russia Vladimir Putin dan Trump bertemu di Anchorage, Alaska, untuk berunding. Senin berikutnya, Trump menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa untuk berunding di Gedung Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump kemudian menghubungi Putin untuk membahas proses perdamaian. Putin dan Trump sepakat bahwa negosiasi langsung antara delegasi Russia dan Ukraina harus dilanjutkan dan membahas peningkatan jumlah perwakilan, ujar ajudan presiden Russia, Yuri Ushakov.
Kemudian pada Selasa, Witkoff mengatakan bahwa AS berharap dapat mencapai penyelesaian damai atas konflik Ukraina pada akhir tahun.
Russia dan Ukraina pada pekan lalu saling bertukar 146 tahanan konflik dari masing-masing pihak, demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ukraina mengembalikan delapan warga dari wilayah Kursk, Russia. Wilayah tersebut sempat direbut oleh Ukraina dalam sebuah serangan mendadak pada Agustus 2024, sebelum pasukan Russia merebutnya kembali sebelumnya pada tahun ini.
Para prajurit Russia itu berada di Belarus untuk menerima bantuan psikologis dan medis sebelum dibawa ke Russia.
Adapun, Uni Emirat Arab (UEA) memediasi pertukaran tersebut.
Putaran ketiga perundingan damai antara Russia dan Ukraina diadakan di Istanbul, Turki pada 23 Juli 2025. Usai pembicaraan tersebut, ajudan Presiden Russia, Vladimir Medinsky mengatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk saling bertukar setidaknya 1.200 tahanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!