Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat Campak di Sumenep, 70 Ribu Anak Diburu Imunisasi dalam 2 Minggu!

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 21:56 WIB | Oleh:
Darurat Campak di Sumenep, 70 Ribu Anak Diburu Imunisasi dalam 2 Minggu! Doc: ANTARA/HO - Kementerian Kesehatan
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (28/8).

SUMENEP - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 70 ribu anak di Sumenep mendapatkan imunisasi campak dalam dua minggu ke depan. Langkah cepat ini diambil menyusul kejadian luar biasa (KLB) campak di Madura yang telah menelan korban jiwa hingga 20 anak. Pemerintah menyiapkan 11 ribu vial vaksin dan berencana membangun laboratorium diagnosis di Madura agar deteksi penyakit bisa lebih cepat tanpa harus menunggu hasil dari Surabaya.

"Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,” kata Budi saat meninjau penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis.  

Dia menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan pasokan vaksin campak yang cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, katanya, sehingga 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang. 

Budi menjelaskan bahwa campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian karena tingkat fatalitasnya cukup tinggi. Karena itu, langkah utama pemerintah dalam menghadapi wabah campak adalah dengan melakukan imunisasi massal.  

Dia menyampaikan wacana pendirian laboratorium diagnosis campak di Madura agar kasus campak bisa lebih cepat terdeteksi tanpa harus mengirim sampel jauh ke Surabaya.  

“Sekarang yang saya ingin lakukan, saya ingin pastikan ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,” katanya.  

Menurutnya, keberadaan laboratorium lokal sangat penting agar pemeriksaan spesimen bisa lebih cepat. Jika ditemukan satu saja kasus, maka semua anak di kecamatan itu langsung diimunisasi.

Budi juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam deteksi dini. Dia berharap keluarga, aparat desa, hingga Babinsa bisa berperan aktif mengenali gejala campak. 

“Surveilance seperti screening, kita temukan. Karena ini penyakit gampang dilihatnya, demam dan ada tanda-tanda ruam-ruaman seperti itu,” katanya.

Selain itu, dia mengingatkan bahaya hoaks yang dapat menghambat imunisasi.

“Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,” ujar Budi.

Dengan adanya laboratorium di Madura dan percepatan imunisasi massal, katanya, kasus campak diharapkan bisa segera ditekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
Rhoma Irama Mengguncang Pan...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.