Yaman: Tanah yang Terlupakan di Tengah Konflik dan Harapan
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 15:33 WIB | Oleh: Deri HenriawanMayoritas penduduk Yaman adalah Muslim, dengan mayoritas lainnya menganut agama Kristen Ortodoks.

Situs kota kuno Jibla. (wikipedia)
Bahasa resmi Yaman adalah Arab, tetapi berbagai dialek lokal juga digunakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Musik, tarian, dan kerajinan tangan memainkan peran penting dalam kehidupan budaya Yaman. Makanan Yaman terkenal dengan rasa rempah-rempah yang kuat, menggunakan bahan-bahan segar dari pertanian lokal.

Saltah adalah hidangan nasional dan makanan pokok dari Yaman, berupa semur daging yang kental. (Wikipedia)
Sebaiknya Anda baca juga:
Situasi Sosial yang Kompleks
Sayangnya, Yaman saat ini sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang parah. Sejak tahun 2014, negara ini telah dilanda konflik antara Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi yang berkuasa di Sana'a.
Perang saudara ini telah menyebabkan jutaan orang kehilangan nyawa, jutaan lainnya mengungsi, dan infrastruktur negara hancur.
Krisis ini diperparah oleh kehadiran pasukan pemberontak lainnya, yang telah memanfaatkan kekosongan kekuasaan untuk memperluas pengaruh mereka.
Pemerintah Yaman telah berjuang untuk mempertahankan kendali atas wilayahnya, sementara Houthi telah mengejar kontrol atas wilayah-wilayah penting di Yaman.
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun situasinya saat ini sangat sulit, masih ada harapan untuk masa depan Yaman. Banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, bekerja untuk mencari solusi damai untuk konflik tersebut.
Negosiasi antara pihak-pihak yang berkonflik sedang berlangsung, dengan tujuan untuk mencapai gencatan senjata dan memulai proses perdamaian yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!