UI Luncurkan Riset Besar Atasi Anak Tak Terimunisasi di Indonesia
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Feru Lantara
DEPOK - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) meluncurkan penelitian multisenter UNDERVAC-ID untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak di Aceh, Banten, dan Maluku. Riset yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini bertujuan memahami faktor sosial dan perilaku yang membuat banyak anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan zero-dose.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) meluncurkan penelitian multisenter undervac-id untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak di tiga provinsi, yaitu Aceh, Banten dan Maluku.
Penelitian bertajuk UNDERVAC-ID: Understanding Determinants of and Reaching Under-Vaccinated and Zero-Dose Children in Indonesia itu bertujuan untuk memahami faktor sosial dan perilaku yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi di Indonesia. Penelitian ini mendapat dukungan dari Alliance Health Policy and System Research/Organisasi Kesehatan Dunia (AHPSR/WHO).
Dekan FK UI Prof Ari Fahrial Syam di Depok, Rabu, menjelaskan pentingnya peran institusi pendidikan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program imunisasi anak di Indonesia.
“Masalah imunisasi harus menjadi fokus bersama dan dibutuhkan kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Prof Ari Fahrial Syam.
Sementara itu, peneliti utama UNDERVAC-ID,dr Ahmad Fuady menjelaskan bahwa penelitian tersebut sangat penting untuk menghasilkan pemahaman berbasis data mengenai tantangan vaksinasi pasca-pandemi, dimana cakupan nasional belum mencapai target.
“Kami juga melibatkan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan institusi pendidikan lokal dalam riset implementasi ini agar rencana dan desain studinya sesuai dengan kebutuhan program imunisasi sesuai konteks lokal masing-masing. Selain itu, agar dapat dimanfaatkan langsung oleh pemangku kepentingan terkait,” katanya.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus simbol dimulainya penelitian tersebut dilakukan pada 4 Agustus 2025, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim peneliti dari FK UI, FK Universitas Syiah Kuala (Aceh), Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku.
UNDERVAC-ID merupakan studi multilevel dengan pendekatan partisipatif dan mix methods untuk mengidentifikasi determinan sosial, budaya, dan struktural yang memengaruhi orang tua dalam menyediakan imunisasi lengkap, tidak lengkap, dan zero-dose pada anak-anak.
Studi tersebut diinisiasi oleh para peneliti dari klaster Primary Health Care Research and Innovation Center (PHCRIC)IMERI-FKUI dan didukung oleh Alliance Health System Policy Research/WHO.
UNDERVAC-ID dimulai pada tahun 2025 dengan mengombinasikan survei kuantitatif, wawancara kualitatif, serta lokakarya partisipatif di tingkat lokal/subnasional.
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi kebijakan imunisasi yang lebih responsif terhadap konteks lokal, sekaligus mendukung upaya pencapaian target cakupan imunisasi nasional secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!