Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Walhi Jatim Sebut Banjir Probolinggo Bukti Terjadi Krisis Ekologis

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Walhi Jatim Sebut Banjir Probolinggo Bukti Terjadi Krisis Ekologis Doc: Istimewa
Ket. Bencana Banjir Probolinggo memberikan dampak multidimensi di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Gading, Besuk, Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton.

PROBOLINGGO - Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur Pradipta Indra menyebutkan bahwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Probolinggo pada 21-22 Februari 2026 merupakan bukti ada krisis ekologis dan potret nyata kerentanan infrastruktur wilayah terhadap anomali cuaca.

"Hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari enam jam menjadi pemicu utama meluapnya beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS), namun eskalasi banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 50 cm hingga 1,5 meter di titik terparah tidak dapat dipandang sebagai fenomena alam murni," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Probolinggo, Kamis (25/2).

Dikutip dari Antara, menurut dia, terdapat indikasi kuat bahwa ketidakmampuan sungai menampung debit air kiriman dari dataran tinggi diperburuk oleh malfungsi sistem drainase akibat penyumbatan dan sedimentasi.

"Kenaikan volume air hujan juga dapat disebabkan oleh perubahan iklim yang ditandai hujan ekstrem dan berkurangnya kawasan hutan sebagai area resapan air," tuturnya.

Bencana itu memberikan dampak multidimensi di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Gading, Besuk, Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton.

Selain melumpuhkan mobilitas pada jalur utama Pantura, banjir itu terjadi pada momentum yang sangat krusial, yakni saat warga tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1447 H.

"Dalam dokumen Kajian Risiko Bencana Nasional Jawa Timur menunjukkan Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah dengan potensi banjir dan banjir bandang kelas tinggi," katanya.

Peningkatan intensitas banjir di Kabupaten Probolinggo tidak dapat dilepaskan dari alih fungsi lahan yang masif di wilayah hulu, penyangga, dan hilir.

Secara hidrologis, wilayah dataran tinggi yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan resapan air, kini mengalami degradasi fungsi akibat konversi lahan menjadi kawasan pertanian monokultur, pemukiman, maupun aktivitas ekstraktif lainnya.

Data yang dihimpun Global Forest Watch menunjukkan dari tahun 2001 hingga 2024 bahwa Kabupaten Probolinggo kehilangan hutan alam seluas 210 hektare, sedangkan dari tahun 2002 hingga 2024 kehilangan 130 hektare hutan primer basah.

Peristiwa banjir yang terjadi di Probolinggo tidak bisa hanya dilihat adanya faktor tunggal melainkan harus dilihat secara utuh. Bahwa terdapat beban lingkungan hidup yang semakin tinggi, diperburuk dengan daya dukung dan daya tampung suatu wilayah membuat akumulasi dampak bencana ekologis semakin besar.

Kenyataan lain yang tidak bisa diabaikan adalah krisis iklim yang maujud dalam cuaca ekstrem, di mana fenomena ini dipicu oleh berbagai aktivitas eksploitatif yang berlangsung secara sistematis.

Peristiwa bencana ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk bisa melakukan evaluasi kebijakan tata ruang dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah, sehingga mampu meminimalkan bencana ekologis.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris memastikan efektifitas penanganan cepat untuk warga yang terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Kraksaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.