Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Perlu Sinergi

5 Selasa, 26 Agu 2025, 18:48 WIB | Oleh:
Digitalisasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Perlu Sinergi Digitalisasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Perlu Sinergi Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Acara Digital Transformation Summit (DTS) 2025 dengan tema “Sinergi Lintas Industri Mendorong Digitalisasi dan Kemajuan Ekonomi,” digelar Selular Media Network di Jakarta, pada Selasa (26/8).

JAKARTA – Selular Media Network menggelar Digital Transformation Summit (DTS) 2025 dengan tema “Sinergi Lintas Industri Mendorong Digitalisasi dan Kemajuan Ekonomi,” di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Menurut CEO & Editor in Chief Selular Uday Rayana acara ini merupakan ajang kolaborasi dari para pelaku industri untuk bersinergi mendorong digitalisasi dan kemajuan ekonomi.

Pasalnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Suatu level pertumbuhan ekonomi yang belum pernah Republik Indonesia capai dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Target itu bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan akan menjadi penopang utama tercapainya visi Indonesia Emas 2045, momen seratus tahun kemerdekaan yang diharapkan menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi tersebut dibutuhkan investasi yang besar.

Salah satu kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi adalah keberhasilan transformasi digital nasional. Investasi teknologi digital, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pembangunan pusat data (data center), hingga digitalisasi layanan publik, menjadi fondasi penting untuk mendongkrak produktivitas, membuka peluang kerja baru, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

“Selain itu, Perluasan teknologi digital merupakan peluang besar untuk menciptakan nilai bagi setiap industri. Dari hiburan, manufaktur, hingga mobilitas pintar, dunia industri dan perusahaan menghadapi tantangan yang bergerak cepat,” ujar Uday Rayana pada kesempatan tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor

Di sisi lain, konektivitas yang terus dibangun oleh operator telekomunikasi dan solusi-solusi cerdas yang dihasilkan perusahaan-perusahaan teknologi, menjadi landasan bagi tumbuh dan berkembangnya ekosistem digital di Tanah Air. Telah terbukti bahwa transformasi digital adalah kunci meningkatkan kemampuan bisnis, efisiensi operasional, dan pada akhirnya berujung pada pengalaman dan kepuasan pelanggan.

Trend digitalisasi, IoT, Kecerdasan Buatan (AI) dan kombinasi dunia nyata dengan dunia digital adalah pengubah permainan, dalam menghadapi beragam tantangan sekaligus menangkap peluang yang berharga di masa depan.

POH VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel Jockie Heruseon, mengatakan pihaknya terus melakukan sinergi lintas industri. Dia menjelaskan Telkomsel tidak hanya menyediakan layanan internet seluler maupun fixed broadband.

“Kami juga memiliki alat yang membantu ritel misalnya dalam hal ini Indomaret atau Alfamart mau membuka toko baru, maka kami bisa mendeteksi apakah daerah yang dituju itu layak atau tidak, potensial atau tidak,” ujarnya.

Jockie juga menambahkan dengan adanya sinergi ini juga sangat membantu Telkomsel maupun pelaku industri.  “Adanya sinergi lintas industri ini juga membantu kami untuk berpikir kritis melakukan efisiensi sehingga kami maupun partner kami juga bisa menekan pengeluaran karena terbantu adanya sinergi,” sambung Jockie.

Hal senada juga diungkapkan oleh Iman Hirawadi Principal Telecom Architect and Business Consultant of ZTE Indonesia yang mengungkapkan pihaknya juga melakukan sinergi lintas industry. “Kami sudah berkolaborasi lintas industri, tidak hanya ke operator seluler untuk akses radio jaringan tetapi juga ke ranah dunia pertambangan bahkan otomotif,” jelas Imam.

Perlu Adanya Regulasi

Sementara itu, Muhammad Arif Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menyampaikan sinergi sudah dilakukan internet service provider (ISP) di bawah naungan APJII. Sinergi ini juga akan membantu para anggota APJII bertahan di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi.

Arif menjelaskan saat ini ada ribuan anggota APJII. Meskipun mereka dalam satu naungan, akan tetapi jika tidak diatur jumlah perusahaan ISP maka akan muncul persaingan di antara anggota bahkan muncul persaingan tarif.

“Sinergi perlu untuk kami lakukan supaya pemanfaatan internet di Indonesia ini makin merata. Tetapi perlu juga adanya regulasi supaya jumlah ISP ini tidak bertumpuk dan hanya ada di Pulau Jawa maupun Bali,” kata Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
WHO Sebut Enam Langkah Ikli...

BPBD: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BPBD: Gunung Semeru Luncurk...
Luar Negeri
WHO Setujui Uji Klinis Dua ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.