Tragis! Detik-Detik Turis Belanda Tewas Saat Menyelam di TN Komodo
📅 Senin, 25 Agu 2025, 07:40 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Istimewa
Labuan Bajo, NTT — Seorang wisatawan asal Belanda, Gilles Van Beell, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas menyelam (diving) di perairan Siaba Turtle Point, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu siang (24/8). Insiden ini terjadi saat Gilles tengah diving bersama 24 wisatawan lainnya menggunakan kapal penyelaman bernama Hiu Bodoh.
Menurut laporan dari detikBali, kejadian bermula ketika Gilles tiba-tiba pingsan di tengah aktivitas menyelam. Teriakan minta tolong dari kru sekoci kapal Hiu Bodoh sempat didengar oleh nakhoda sebuah speedboat di sekitar lokasi.
"Nakhoda speedboat kano mendengar teriakan rescue dari sekoci kapal Hiu Bodoh karena ada tamu kapal yang pingsan saat diving di sekitar Pulau Siaba Turtle Point," ujar Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, Senin (25/8).
Gilles sempat diberikan pertolongan pertama dengan tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) di lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat menggunakan speedboat ke Labuan Bajo. Selama perjalanan, tim instruktur diving, dive master, dan tenaga medis terus melakukan upaya penyelamatan.
Namun, upaya tersebut tak berhasil menyelamatkan nyawa Gilles. Ia dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Labuan Bajo. Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit setempat dan belum ada kepastian kapan akan dipulangkan ke Belanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kecelakaan Laut yang Berulang
Kematian Gilles Van Beell menambah panjang daftar insiden kecelakaan laut di Taman Nasional Komodo. Dalam dua bulan terakhir, sudah tiga korban jiwa tercatat. Sebelumnya, seorang wisatawan asal China dan seorang pemandu wisata lokal juga tewas saat melakukan snorkeling di lokasi berbeda dalam kawasan yang sama.
Selain kecelakaan penyelaman dan snorkeling, kawasan wisata ini juga kerap diwarnai insiden kapal diterjang cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas pariwisata bahari di sekitar Labuan Bajo.
Otoritas setempat diharapkan segera memperketat standar keselamatan wisata, termasuk prosedur evakuasi, pengawasan terhadap operator tur, dan kesiapan medis di lokasi-lokasi populer, guna menghindari tragedi serupa di masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!