Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK–Inggris Kompak Bentuk Kelompok Kerja, Pembiayaan Iklim Digenjot

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK–Inggris Kompak Bentuk Kelompok Kerja, Pembiayaan Iklim Digenjot Doc: ANTARA/Desi Purnamawati
Ket. Ilustrasi - Konferensi Perubahan Iklim PBB/Conference of the Parties (COP) ke 29 UNFCCC di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, pada November 2024.

JAKARTA – Pembiayaan iklim menjadi instrumen krusial dalam menjembatani komitmen penurunan emisi dengan kebutuhan pendanaan riil di lapangan.

Transisi menuju ekonomi rendah karbon menuntut investasi besar pada energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi hijau, hingga adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Tanpa skema pembiayaan yang memadai dan terstruktur, target dekarbonisasi berisiko hanya menjadi agenda normatif.

Secara analitis, pembiayaan iklim tidak semata soal ketersediaan dana, tetapi juga desain kebijakan yang mampu menarik partisipasi swasta melalui insentif fiskal, instrumen keuangan hijau, dan mitigasi risiko investasi.

Integrasi standar pelaporan serta taksonomi hijau yang jelas menjadi penting untuk menjaga kredibilitas dan mencegah praktik greenwashing.

Ke depan, efektivitas pembiayaan iklim akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan sektor keuangan membangun ekosistem yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, arus modal tidak hanya mendukung target lingkungan, tetapi juga mendorong transformasi struktural ekonomi yang lebih tangguh dan kompetitif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Inggris membentuk kelompok kerja pembiayaan iklim sebagai upaya memperkuat kerja sama pendanaan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kelompok kerja bernama Indonesia-UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing itu merupakan tindak lanjut dari kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya, sebagaimana telah ditegaskan kembali oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) di Jakarta, Kamis (26/2).

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menilai manajemen risiko iklim sebagai komponen strategis dan berorientasi ke depan dalam arsitektur pengawasan. Pendekatan tersebut menjembatani kebijakan transisi nasional dan sinyal global ke dalam tata kelola sektor keuangan, manajemen risiko, serta alokasi pembiayaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan risiko iklim dalam skenario transisi yang dikelola dengan baik.

Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan regulasi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perbankan Indonesia tidak hanya tangguh terhadap risiko iklim, tetapi juga berada pada posisi kuat untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Sistem keuangan yang tangguh merupakan fondasi utama untuk memastikan stabilitas jangka panjang, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.