Taiwan dan Tiongkok Berebut Narasi Sejarah Perang Dunia II Menjelang Parade Militer Beijing
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 16:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPesan tersebut menegaskan klaim Taipei atas kepemimpinan mereka dalam perjuangan melawan Jepang.
Beijing membalas tudingan itu dengan keras. Surat kabar resmi People’s Daily menulis bahwa kewaspadaan diperlukan terhadap upaya untuk mendistorsi dan memalsukan peran Partai Komunis sebagai tulang punggung perjuangan rakyat Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok menekankan bahwa kemenangan melawan Jepang adalah milik seluruh rakyat Tiongkok, termasuk warga Taiwan. Mereka juga menegaskan bahwa berakhirnya perang pada 1945 membuat Taiwan dikembalikan ke Tiongkok, sesuai dengan hasil perjanjian damai pasca-Perang Dunia II.
Namun, pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut. Taipei menegaskan tidak ada perjanjian yang menyebutkan penyerahan Taiwan kepada Republik Rakyat Tiongkok, karena rezim komunis baru berdiri pada 1949.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Taiwan Lai Ching-te bahkan memperingatkan rakyatnya melalui unggahan di media sosial. Ia menegaskan bahwa agresi pasti bisa dikalahkan, merujuk langsung pada ancaman militer Beijing terhadap pulau itu.
Republik Rakyat Tiongkok tetap mengklaim diri sebagai penerus Republik Tiongkok dan menegaskan Taiwan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Namun, pemerintah Taipei dengan tegas menolak pandangan tersebut dan mengimbau warganya tidak menghadiri parade militer di Beijing.
Veteran Pan yang keluarganya menderita akibat perang saudara menyatakan dirinya tak punya alasan untuk merayakan acara Beijing.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tidak bisa mengatakan hal baik tentang komunis," tegasnya, menutup kisah panjang perselisihan sejarah yang belum berakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!