Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spesies Baru yang Lahir dari Dua Penjelajah Gua

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 07:19 WIB | Oleh:
Spesies Baru yang Lahir dari Dua Penjelajah Gua Doc: Luca Sola /AFP
Ket. Profesor Lee Berger, ahli paleontologi, penjelajah, dan anggota National Geographic Society, memberi isyarat saat menjelaskan relevansi ilmiah penemuan Homo Naledi di sistem gua Rising Star di Cradle of Human Kind.

PADA musim semi 2013, dua penjelajah gua rekreasional, Rick Hunter dan Steven Tucker, memasuki sistem Gua Rising Star di kawasan Cradle of Humankind, sekitar 50 kilometer di barat laut Johannesburg, Afrika Selatan. Mereka tidak sedang mencari fosil manusia purba. Tujuan mereka hanyalah menjelajahi lorong-lorong batu kapur yang telah lama dikenal para pecinta speleologi.

Namun, di balik celah sempit yang hanya dapat dilewati dengan merangkak, keduanya menemukan sesuatu yang mengubah sejarah paleoantropologi. Di lantai sebuah ruang gua yang kemudian dinamai Dinaledi Chamber berasal dari kata naledi yang berarti “bintang” dalam bahasa Sesotho berserakan tulang-belulang yang sekilas tampak seperti sisa-sisa manusia. 

Atas temuan itu Hunter dan Tucker segera melaporkan temuannya kepada ahli geologi dan penjelajah gua Pedro Boshoff, yang kemudian menghubungi paleoantropolog Lee Berger dari University of the Witwatersrand. Tak lama kemudian, Berger menyadari bahwa penemuan tersebut berpotensi menjadi salah satu temuan manusia purba terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Ekspedisi yang Tidak Biasa

Berbeda dengan banyak penggalian arkeologi lainnya, memasuki Dinaledi Chamber bukan perkara mudah. Untuk mencapai ruang tempat fosil berada, peneliti harus menempuh jalur sepanjang lebih dari 80 meter melalui lorong-lorong gelap, memanjat bebatuan, lalu melewati celah vertical.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lokasi yang sulit dijangkau itu kemudian dijuluki “Superman’s Crawl” karena lebarnya hanya sekitar 25 sentimeter. Setelah itu masih ada celah lain yang lebih sempit, dikenal sebagai “Dragon’s Back”, sebelum akhirnya mencapai ruang fosil.

Medan yang ekstrem membuat sebagian besar paleoantropolog bertubuh besar tidak mungkin memasuki lokasi. Lee Berger kemudian mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Alih-alih mencari ilmuwan senior, ia memasang pengumuman di media sosial dan berbagai forum ilmiah untuk mencari peneliti yang memiliki pengalaman paleoantropologi sekaligus bertubuh cukup kecil agar mampu melewati lorong sempit tersebut. 

Pengumuman itu menarik perhatian puluhan pelamar dari berbagai negara. Akhirnya terpilih enam ilmuwan muda, seluruhnya perempuan, yang kemudian dikenal sebagai “Underground Astronauts”. Mereka adalah Marina Elliott, Becca Peixotto, Hannah Morris, Alia Gurtov, Elen Feuerriegel, dan Lindsay Hunter.

Selama berminggu-minggu, keenam peneliti ini turun ke dalam gua hampir setiap hari, bekerja di ruang sempit dengan suhu yang lembap dan minim ruang gerak. Komunikasi dengan tim di permukaan dilakukan melalui sistem radio dan kamera.

Ribuan Fosil dalam Satu Gua

Hasilnya melampaui semua perkiraan. Dalam ekspedisi pertama saja, para peneliti berhasil mengangkat lebih dari 1.500 fragmen fosil dari dalam Dinaledi Chamber. Analisis berikutnya menunjukkan fosil-fosil itu berasal dari sedikitnya 15 individu dengan berbagai usia, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

Penggalian lanjutan yang dilakukan beberapa tahun berikutnya menambah jumlah spesimen menjadi lebih dari 2.000 fragmen tulang yang mewakili sedikitnya 20 individu. Jumlah tersebut menjadikan Homo naledi sebagai salah satu spesies manusia purba dengan koleksi fosil paling lengkap yang pernah ditemukan di Afrika. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Daerah
Ada Apa Tiba-tiba Kantor Di...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.