Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Australia Ungkap Asal Usul Karbon di Lahan Basah Pesisir

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Ilmuwan Australia Ungkap Asal Usul Karbon di Lahan Basah Pesisir Doc: iStock
Ket. Seekor kangguru dengan anak di kantungnya di pesisir pantai Lucky Bay, Australia.

SYDNEY - Ilmuwan Australia menemukan bahwa sebagian besar karbon yang tersimpan di tanah lahan basah pesisir berasal dari tumbuhan di luar lahan basah tersebut, menyoroti peran lebih luas yang dimainkannya dalam penyimpanan karbon global.

Tim dari Institut Ilmu Kelautan Australia (Australian Institute of Marine Science/AIMS) menciptakan model matematika yang menstandarkan dan menganalisis data dari ratusan pengukuran yang dilakukan di tanah di bawah lahan basah rawa garam, bakau, dan lamun, menurut pernyataan AIMS yang dirilis pada Selasa (19/8).

"Meskipun sumber karbon organik sangat bervariasi dan bergantung pada lokasi dan kondisi, kami menemukan bahwa secara umum lebih dari separuh karbon organik yang tersimpan di tanah ini berasal dari tumbuhan di luar lahan basah, seperti rumput laut dan tumbuhan darat yang tumbuh di lepas pantai dan hulu," kata Chris Fulton, ilmuwan riset AIMS.

"Ini berarti kita perlu mulai memandang lahan basah karbon biru ini sebagai bagian dari matriks yang saling terhubung," tambah Fulton, seraya menambahkan bahwa melindungi bakau saja tidak cukup, dan diperlukan pengelolaan pesisir secara menyeluruh untuk menjaga semua sumber karbon.

Karbon biru (blue carbon) adalah istilah untuk karbon yang ditangkap oleh ekosistem laut dan pesisir dunia, mengacu pada proses penangkapan (capture) dan penyimpanan (storage) karbon dioksida dari atmosfer melalui proses pertumbuhan dan pembusukan tumbuhan alami yang menghilangkan gas rumah kaca dari atmosfer untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Studi tersebut menunjukkan bahwa proses isolasi karbon biru dapat ditingkatkan dengan memahami bagaimana berbagai jenis tumbuhan menyumbang karbon ke lahan basah yang telah dipulihkan, yang berpotensi membuka pendanaan besar di saat Australia dan dunia mencari solusi penangkapan dan penyimpanan karbon demi mencapai emisi net zero.

Fulton menjelaskan bahwa kelebihan karbon di atmosfer menyebabkan berbagai peristiwa iklim seperti gelombang panas laut, banjir, dan kebakaran, menekankan perlunya untuk membantu tumbuhan pesisir mengubur karbon sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Global Change Biology ini menekankan perlunya memperbarui sistem kredit karbon biru di Australia dan dunia agar mencakup semua sumber karbon penting, bukan hanya tumbuhan yang membentuk lahan basah. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.