Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Sekadar Data, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Senjata Menentukan Arah Kebijakan Nasional

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Sekadar Data, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Senjata Menentukan Arah Kebijakan Nasional Doc: ANTARA/Aji Cakti
Ket. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin pencatatan, melainkan instrumen strategis untuk memotret denyut nadi ekonomi nasional di luar sektor pertanian. 

Dengan cakupan menyeluruh, termasuk sektor konstruksi yang menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur, sensus ini diposisikan sebagai senjata analitis untuk membaca arah transformasi ekonomi Indonesia. 

Data yang dihasilkan bukan hanya statistik kering, melainkan “peta kekuatan” yang akan menentukan strategi kebijakan pemerintah, investasi swasta, hingga arah ekspansi usaha kecil dan menengah. 

Melalui sensus ini, BPS ingin menegaskan bahwa Indonesia tengah berada di titik krusial, di mana transparansi data dan akurasi informasi menjadi pondasi utama untuk memenangkan persaingan global.

"Pada tahun 2026 BPS akan melaksanakan hajat besar yaitu Sensus Ekonomi 2026, dan salah satu tujuannya adalah memotret aktivitas ekonomi non-pertanian secara menyeluruh termasuk sektor konstruksi," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (19/8).

Amalia berharap semua pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat bekerja sama terkait Sensus Ekonomi 2026 tersebut.

"Ini sensus bukan survei artinya ini tidak sampel dan harus terdata tanpa terkecuali, oleh sebab itu kami mohon sinergi dan koordinasi dengan semua (pihak) sehingga nanti kami bisa mendata seluruh pelaku usaha di sektor konstruksi dengan baik dan tentunya ini akan bermanfaat bagi Kementerian PU hasil dari sensus ekonomi ini," katanya.

Menurut dia, hasil sensus tersebut kalau bisa dilakukan dan terdata dengan baik dapat menjadi feedback yang luar biasa.

"Ini nanti kalau kita bisa lakukan dan terdata dengan baik akan menjadi feedback yang luar biasa dan menjadi basis kebijakan yang luar biasa," katanya.

Sensus ekonomi merupakan kegiatan pendataan yang dilakukan BPS untuk semua usaha. Ini merupakan amanat Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997, mencakup semua skala usaha dari mikro, kecil, menengah maupun besar, kecuali usaha di sektor pertanian.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjamin keamanan data pemilik usaha, termasuk nilai penjualan hingga identitas usaha yang dikumpulkan untuk Sensus Ekonomi 2026.

Direktur Statistik Distribusi BPS RI Sarpono mengatakan, sensus ekonomi terakhir dilakukan pada tahun 2016 atau 10 tahun lalu dan sampai sekarang banyak dinamika yang terjadi khususnya perekonomian.

Sensus ekonomi akan memotret perubahan-perubahan tersebut sampai kondisi yang terkini.

Adapun data yang dikumpulkan sifatnya pokok saja seperti identitas usaha termasuk nama pengusaha, alamat usaha, jumlah tenaga kerja, nilai penjualan, dan modal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.