Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Makanan di Dapur Umum Gaza Kian Menurun

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Produksi Makanan di Dapur Umum Gaza Kian Menurun Doc: AFP/SAID KHATIB
Ket. Seorang relawan membagikan sup lentil merah kepada warga Palestina yang mengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan.

ISTANBUL - Dapur-dapur umum di Jalur Gaza, Palestina, kini hanya mampu memproduksi sekitar sepertiga dari jumlah makanan yang mereka sediakan setiap hari pada April lalu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (18/8).

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa pekan lalu, lebih dari 80 dapur umum hanya bisa menyediakan sekitar 380.000 porsi makanan per hari.

"Pada April, jumlahnya mencapai lebih dari satu juta porsi setiap hari," kata dia.

Menurut Dujarric, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan situasi di Gaza saat ini "melampaui batas bencana," ketika angka kematian bertambah setiap hari di tengah serangan Israel dan "kelaparan ekstrem."

"Kematian akibat kelaparan terus dilaporkan, termasuk anak-anak," kata dia.

Dia menambahkan bahwa Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan tim mereka berusaha keras untuk menyalurkan bantuan makanan, tetapi pasokan "jauh di bawah standar."

Untuk mencegah kematian akibat kelaparan, lembaga kemanusiaan "harus mampu menyalurkan makanan dalam skala besar dan konsisten melalui semua jalur dan perlintasan yang tersedia," kata Dujarric.

Kendati menyambut baik keputusan Israel untuk mencabut larangan pasokan untuk perlengkapan tempat tinggal, dia mengungkapkan keprihatinannya karena langkah itu dikaitkan dengan rencana Israel untuk menduduki Gaza.

Menurut Dujarric, rencana Israel itu bisa kembali membuat ribuan warga Gaza terusir ke wilayah selatan yang sudah penuh sesak dan "hampir tidak memiliki infrastruktur dan layanan dasar."

PBB menegaskan tidak akan terlibat dalam "pengusiran paksa" penduduk di wilayah kantong Palestina itu, kata dia.

Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza dalam agresi militer yang juga menghancurkan wilayah itu. Penduduk di sana kini menghadapi ancaman kelaparan.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang mereka lancarkan di wilayah itu. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

29 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.