Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Kerja Tiba-tiba Redup? Ini 5 Cara Agar Kembali Produktif Bekerja

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penyebab Umum Demotivasi

Penelitian tahun 2019 pada mahasiswa Papua menunjukkan bahwa persepsi atas makna berpengaruh besar terhadap motivasi jangka panjang. Tanpa makna, seseorang akan kesulitan mempertahankan keterlibatan emosional dan kognitif dalam pekerjaannya.

Artinya, ketika tugas atau pekerjaan tidak lagi terasa penting, semangat pun mulai luntur. Aktivitas yang dulunya menyenangkan berubah menjadi rutinitas kosong.

Faktor lain yang sering memicu demotivasi adalah beban kerja yang berlebihan. Saat terlalu banyak hal harus dilakukan dalam waktu bersamaan, otak merasa kewalahan. Dalam kondisi ini, kita cenderung tidak tahu dari mana harus memulai.

Fenomena ini dikenal sebagai mental overload (kelebihan beban mental)—tekanan kognitif yang terlalu besar sehingga menghambat pengambilan keputusan dan fokus. Alih-alih menjadi produktif, kita malah terdorong untuk menunda atau menghindari aktivitas.

Rasa kehilangan kendali juga memengaruhi motivasi. Ketika seseorang merasa dipaksa, diawasi terus-menerus, atau tidak diberi ruang untuk memilih, kebutuhan dasar akan otonomi menjadi tidak terpenuhi.

Demotivasi juga dapat muncul dari kelelahan emosional dan fisik yang tersembunyi. Banyak orang mengabaikan kebutuhan istirahat hingga tubuh dan pikiran memprotes secara halus.

Menurunnya motivasi sering kali merupakan cara tubuh “memaksa” kita berhenti sebelum benar-benar kehabisan energi. Burnout atau kelelahan psikologis yang kronis juga dapat melemahkan perasaan keterlibatan dan kompetensi, dua elemen penting dalam mempertahankan motivasi.

Menariknya, demotivasi juga bisa muncul bukan karena terlalu sibuk, tetapi justru karena rutinitas yang monoton. Ketika tidak ada tantangan baru atau ruang untuk tumbuh, seseorang bisa kehilangan gairah untuk terlibat.

Ini disebut sebagai boreout, yaitu kelelahan psikologis yang muncul karena kebosanan dan kurangnya makna dalam pekerjaan. Dalam jangka panjang, boreout bisa sama berbahayanya dengan burnout, karena sama-sama mengikis energi psikologis dan rasa keberdayaan.

Bagaimana Mengelola Demotivasi?

Secara psikologis, motivasi adalah kondisi yang dinamis, bisa naik dan turun. Motivasi juga bergantung pada banyak faktor, seperti konteks, emosi, energi, dan kebutuhan personal.

Penelitian di AS tahun 2025 dalam bidang psikologi kognitif dan afektif menunjukkan bahwa fluktuasi motivasi merupakan reaksi normal terhadap perubahan lingkungan, beban kerja, serta regulasi emosi yang sedang terjadi.

Ketika motivasi menurun, dorongan pertama kita adalah menyemangati diri sendiri sekeras mungkin. Namun, memaksakan produktivitas justru memperpanjang siklus demotivasi. Sebaliknya, memahami akar penyebab dan meresponsnya dengan empati bisa lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

24 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.