Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Kerja Tiba-tiba Redup? Ini 5 Cara Agar Kembali Produktif Bekerja

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semangat Kerja Tiba-tiba Redup? Ini 5 Cara Agar Kembali Produktif Bekerja Doc: The Conversation

Nur'aini Azizah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Pernah mengalami hari-hari ketika segalanya terasa berat? Pekerjaan menumpuk, tenggat waktu mendekat, tetapi dorongan untuk mulai seolah menghilang?

Banyak orang menganggap kondisi seperti ini sebagai kemalasan. Kita buru-buru menyalahkan diri sendiri: kurang disiplin, kurang motivasi, atau terlalu manja.

Padahal, dalam banyak kasus, yang terjadi bukan malas, melainkan demotivasi. Ini adalah kondisi psikologis yang berkaitan erat dengan turunnya motivasi intrinsik atau dorongan yang datang dari dalam diri, bukan eksternal.  

Demotivasi adalah pengalaman manusiawi. Mereka yang biasanya aktif dan penuh semangat pun bisa mengalaminya. Menurut teori Self-Determination (determinasi diri), motivasi akan bertahan ketika tiga kebutuhan dasar manusia terpenuhi. Tiga kebutuhan dasar manusia antara lain merasa mampu, memiliki kendali, dan terhubung dengan orang lain.

Jika salah satunya terganggu, motivasi bisa melemah tanpa kita sadari.

Maka, ketika semangat kerja atau belajar tiba-tiba meredup, mungkin yang kita butuhkan bukan nasihat motivasional, melainkan ruang untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri.

Demotivasi vs Kemalasan

Label “malas” sering kali melekat begitu saja pada seseorang yang terlihat tidak produktif. Padahal, dari sudut pandang psikologi, kondisi ini lebih kompleks.

Kemalasan cenderung dipahami sebagai sifat dan stigma yang melekat pada karakter seseorang. Sementara demotivasi adalah keadaan psikologis yang bersifat sementara dan dipengaruhi oleh konteks.

Seseorang bisa saja terlihat tidak bergerak, tapi bukan berarti tidak peduli. Bisa jadi dirinya sedang mengalami konflik batin antara keinginan dan kapasitas, antara tanggung jawab dan keterbatasan energi mental. Artinya, demotivasi bukanlah kekurangan kemauan, melainkan kehilangan arah atau makna.

Penelitian di Amerika Serikat (AS) pada 2017 menunjukkan bahwa persepsi terhadap relevansi tugas sangat menentukan tingkat motivasi seseorang. Ketika sebuah tugas tidak lagi terasa bermakna, semangat untuk mengerjakannya menurun drastis.

Demotivasi juga bisa muncul ketika individu merasa tidak memiliki kendali atas apa yang mereka lakukan. Dalam konteks pekerjaan atau studi, perasaan dikekang, dipantau berlebihan, atau tidak diberikan ruang untuk mengambil keputusan sendiri dapat secara signifikan mengikis motivasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Waoww.. KKP Miliki Program ...

Ada yang Tahu Pepelingasih?

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada yang Tahu Pepelingasih?

Festival Pantai Panjang Disemarahkan 200 UMKM

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Festival Pantai Panjang Dis...

Bank Emas Memiliki Nilai Strategis

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bank Emas Memiliki Nilai St...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp55.150 ...
Nasional
KPK Tegaskan Parsel Hari Ra...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.