Apakah ChatGPT Membuat Kita Jadi Bodoh?
📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisAI menyajikan informasi jelas dan siap pakai hanya dalam beberapa detik. Hasilnya memang belum tentu akurat, tapi prosesnya memang efisien. Kemampuan AI ini telah merombak cara berpikir dan gaya kerja kita.
Sayangnya, kepraktisan ini berefek samping. Ketika kita bergantung pada AI untuk berpikir, proses ini dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah kompleks, dan pendalaman informasi.
Riset terkait poin ini memang masih terbatas. Namun, perilaku konsumsi konten hasil AI memang dapat melemahkan rasa penasaran, menurunkan konsentrasi, dan menimbulkan ketergantungan. Dalam jangka panjang, perilaku konsumsi ini dapat menghambat perkembangan kognitif.
Pengaruh negatif AI pada kemampuan berpikir kita dapat dijelaskan dengan konsep efek Dunning-Kruger.
Sebaiknya Anda baca juga:
Efek ini dapat terlihat pada situasi ketika terkadang, orang yang paling percaya diri adalah orang yang paling tak berpengetahuan. Sebab, mereka tidak tahu ada lebih banyak hal yang perlu dipahami.
Sementara orang yang kompeten sering kali tak terlalu percaya diri. Soalnya mereka tahu bahwa banyak hal-hal kompleks yang masih belum mereka pahami.
Efek Dunning-Kruger ini banyak terlihat di pengguna AI generatif. Sebagian pengguna AI sudah benar-benar ketergantungan dengan AI karena mereka tak perlu susah-susah untuk berpikir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi individu yang “kecanduan”, mereka merasa telah memahami suatu topik. Padahal, mereka hanya bisa dengan mudah mengulang informasi hasil AI yang selalu siap pakai.
AI membuat orang merasa sudah “pintar”. Sementara kemampuan kognitif mereka justru tak terpakai sama sekali, sehingga menjadi tumpul.
Perbedaan penggunaan AI ini memunculkan dua kelompok. Terdapat kelompok yang terjebak di “Gunung Ketidaktahuan” karena menjadikan AI sebagai “otak” untuk berpikir kritis dan kreatif.
Namun, ada pula yang menggunakan AI untuk “memberi makan otak” yaitu mengasah kemampuan berpikir mereka.
Dalam kata lain, yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita memanfaatkan AI. Bukan soal apakah seseorang menggunakan AI generatif atau tidak. Jika digunakan mentah-mentah, ChatGPT akan menurunkan kemampuan intelektual kita.
Penurunan intelektual ini dapat terjadi ketika seseorang memakai informasi dari AI tanpa mengujinya dengan asumsi pribadi, tak mempertimbangkan pandangan alternatif, atau mengadopsi analisis yang mungkin masih dangkal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!