Hati-hati, Koridor Transjakarta Berikut Paling Banyak Makan Korban
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 15:39 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Transjakarta telah mengambil jalan milik umum dan sampai sekarang tidak dikembalikan. Harusnya tranj membuat jalan sendiri di atas,kan sudah lama beroperasi, sehingga jalan dikembalikan milik umum, agar luas jalan kembali ke semula.
Kalau jalan di atas tentu tak banyak kecelakaan seperti di koridor berikut. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta angkat bicara terkait sejumlah kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di koridor 9 Transjakarta rute Pinang Ranti-Pluit. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan mayoritas insiden itu melibatkan kendaraan berat, seperti truk yang menabrak separator akibat sopir mengantuk.
"Mayoritas kecelakaan terjadi karena kendaraan berat seperti truk yang menabrak separator Transjakarta akibat human error, terutama faktor sopir kelelahan dan mengantuk," kata Syafrin di Jakarta, Jumat. Dia menyebut berdasarkan laporan Transjakarta, kecelakaan di koridor itu kerap terjadi, baik pada malam maupun siang hari.
Tak sedikit pula pengemudi yang teridentifikasi tidak membawa dokumen kendaraan serta legalitas mengemudi. "Serta tidak membawa dokumen identitas kendaraan dan legalitas mengemudi. Sedangkan untuk kondisi lingkungan telah terdapat penerangan jalan," ujar Syafrin.
Dia menjelaskan koridor 9 memiliki panjang lintasan total dua arah 55,57 kilometer. Dari total tersebut, baru sekitar 23,19 kilometer atau sekitar 41,73 persen yang dipasangi separator khusus Transjakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tindak lanjut dari evaluasi Dishub dan Transjakarta terhadap titik-titik rawan kecelakaan di koridor 9, dipasang tujuh rambu Chevron di sejumlah titik, seperti Gerbang Tol Semanggi, MT Haryono Signature Park, RS Dharmais, DPR RI, Halte Gerbang Pemuda, Exit Tol Cawang Halim, dan Halte Pancoran.
Selain itu, Dishub juga memasang paku marka jalan berbasis tenaga surya (solar cell) di ujung separator dekat RS Tebet. "Kami imbau kepada para pengendara agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, fokus berkendara, menyesuaikan kecepatan, dan memahami karakteristik jalan agar terhindar dari kecelakaan," tegas Syafrin.
Sebelumnya, pembatas jalan atau separator jalur bus Transjakarta koridor 9 rute Pinang Ranti-Pluit kerap tertabrak oleh sejumlah kendaraan, mulai dari truk hingga sepeda motor. Mengutip akun X Transjakarta, Kamis (31/7), sejumlah kendaraan sering kali menabrak pembatas jalan di jalur tersebut. Rute TransJ koridor 9 itu pun sering kali dialihkan. Tercatat ada lima kejadian kendaraan menabrak separator di koridor tersebut sepanjang Juli 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!