Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal Doc: antara
Ket. Pemerintah dinilai perlu memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bersaing dengan produk impor, baik di pasar domestik maupun internasional.

Peningkatan konsumsi produk lokal tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain dalam rantai pasok produksi.

Jakarta – Pemerintah dinilai perlu memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bersaing dengan produk impor, baik di pasar domestik maupun internasional. Upaya tersebut diyakini dapat memperluas pangsa pasar produk dalam negeri, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Toto Pranoto, mengatakan peningkatan permintaan terhadap produk lokal akan memberikan dampak positif terutama bagi sektor UMKM yang bergerak di bidang padat karya, seperti makanan dan minuman (food and beverage/F&B) serta fesyen.

"Sektor usaha yang digeluti UMKM seperti F&B atau fashion adalah sektor yang relatif bersifat padat karya, apalagi didukung ekosistem penunjang, sehingga penyerapan tenaga kerja bisa optimal," kata Toto, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, peningkatan konsumsi produk lokal tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha kecil dan menengah, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor-sektor lain yang terhubung dalam rantai pasok produksi.

Aktivitas UMKM yang meningkat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dalam jangka menengah. Namun, kebangkitan industri manufaktur membutuhkan waktu lebih lama karena keputusan untuk meningkatkan kapasitas produksi sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dan pengaturan proses produksi.

"Sementara sektor manufaktur mungkin akan bangkit pada kurun waktu jangka menengah karena keputusan menambah volume produksi akan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku serta pengaturan produksi," ujarnya.

Toto menilai sejumlah sektor memiliki peluang besar untuk didorong melalui peningkatan konsumsi produk lokal, antara lain makanan dan minuman, obat tradisional dan herbal, serta produk kebutuhan sehari-hari atau fast-moving consumer goods (FMCG) yang memiliki permintaan tinggi di pasar.

Menurut dia, penguatan konsumsi produk lokal perlu didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari perlindungan terhadap industri dalam negeri hingga peningkatan daya saing produsen lokal.

Isu Keberlanjutan

Di sisi lain, tren gaya hidup ramah lingkungan juga membuka peluang baru bagi UMKM. Meningkatnya penggunaan produk reusable atau produk yang dapat digunakan berulang kali di kalangan anak muda dinilai menciptakan pasar yang menjanjikan bagi pelaku usaha lokal.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CORE), Mohammad Faisal, mengatakan tren tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.

"Saya melihat peningkatan penggunaan produk reusable di kalangan anak muda ini sebagai salah satu tren awareness dari kalangan yang lebih muda terkait sustainability dan green products," kata Faisal.

Menurut dia, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin memilih produk ramah lingkungan dibandingkan produk sekali pakai menjadi peluang bagi UMKM untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Inter Milan Datangkan Djed ...
Nasional
86 Persen BTS Terdampak Gem...
Nasional
Kabar Baik Jelang HUT RI! J...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.