Viral Aksi Bidan Seberangi Sungai di Pasaman Sumbar, PU Segera Bangun Jalan dan Jembatan
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 10:09 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
PASAMAN - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera membangun jalan sepanjang empat kilometer dan satu jembatan gantung di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), menyusul aksi seorang tenaga kesehatan setempat nekat menyeberangi sungai imbas putusnya jembatan penghubung desa.
"Kami akan membangun jalan rabat beton sepanjang empat kilometer dengan lebar 2,5 meter serta satu jembatan gantung dari Kementerian PU," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, di Kabupaten Pasaman, Sumbar, Kamis (14/8).
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI saat mendatangi Jorong (Dusun) Sinuangon, Nagari (Desa) Cubadak Barat, persisnya di lokasi seorang tenaga kesehatan bernama Dona Lubis yang melawan arus sungai demi mengobati pasien tuberkulosis.
Setelah mendatangi langsung lokasi Nagari Cubadak, Andre mengatakan pembangunan rabat beton beserta jembatan tersebut harus segera dilakukan, mengingat terdapat tiga desa atau sekitar 670 warga yang berada di seberang sungai.
Untuk menempuh tiga desa paling ujung tersebut, masyarakat harus melalui jalan setapak dengan kondisi yang tergolong sangat curam, dan beberapa titik berada di pinggir jurang. Bahkan, jika hujan deras jalanan itu sama sekali tidak bisa dilalui karena berlumpur dan sangat berisiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut untuk pembangunan jalan dan jembatan tersebut, Pemerintah melalui Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp26,5 miliar. Rinciannya, Rp20 miliar untuk jalan dan Rp6,5 miliar untuk pembangunan jembatan gantung.
Mengingat kawasan jalan dan jembatan tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung, ia mengatakan, segera berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar menerbitkan dokumen izin pinjam pakai.
"Saat ini pemangku kepentingan sedang menyusun Detail Engineering Design, termasuk dokumen lingkungan lainnya untuk diajukan ke Kementerian Kehutanan," kata dia lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Andre juga mengupayakan agar di desa tersebut dibangun Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar-penerima dasar. Sebab, hingga kini masyarakat setempat masih kesulitan mengakses dunia luar melalui internet.
Dona Lubis, bidan yang sebelumnya menyeberangi sungai, mengaku tidak menyangka aksinya tersebut bakal mendatangkan bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan dan jembatan.
"Saya tidak menyangka di sini akan dibangun jalan dan jembatan setelah video saya nekat menyeberangi sungai viral. Hal itu saya lakukan murni hanya untuk misi kemanusiaan yakni menolong pasien," kata dia pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!