Gubernur Pramono Anung Tinjau Ragunan, Minta Perbaikan Fasilitas Wisata
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 11:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan pada Kamis (14/8/2025) untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan menjelang libur panjang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari agenda pembenahan destinasi wisata unggulan Ibu Kota, mengingat Ragunan masih menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Pramono hadir mengenakan batik bernuansa cokelat. Ia didampingi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri. Rombongan terlihat berkeliling menggunakan buggy car, dan sesekali Pramono mengemudikannya sendiri. Dalam kunjungan itu, ia menyempatkan mampir ke beberapa kandang satwa seperti Burung Pelikan, Jerapah, dan Harimau untuk meninjau kondisi hewan sekaligus fasilitas penunjang pengunjung.
Pramono menegaskan bahwa pembenahan di TMR harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari harga tiket masuk (HTM), kantong parkir, hingga sarana wisata. Menurutnya, perbaikan ini bertujuan agar Ragunan semakin menarik, aman, dan nyaman, sekaligus dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.
"Pagi ini saya melihat Taman Margasatwa Ragunan karena saya dan Pak Wagub ingin membuat pembenahan membuat Ragunan lebih menarik, lebih nyaman, lebih aman, dan pengunjungnya makin meningkat serta berkualitas," ujarnya usai berkeliling.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah keterbatasan kantong parkir, terutama untuk kendaraan roda empat. Kondisi ini kerap menimbulkan kemacetan di dalam area Ragunan saat jumlah pengunjung membludak, sehingga mengganggu kenyamanan baik bagi pengunjung maupun satwa. Pramono pun memerintahkan agar segera dibangun fasilitas parkir bertingkat khusus mobil, sementara untuk motor fasilitasnya sudah tersedia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita ketahui permasalahan di Ragunan paling utama adalah satu urusan kecil kecil urusan parkir masih banyak yang ketika ramai masuk ke dalam itu sangat mengganggu, maka saya meminta Kepala Dinas untuk segera disiapkan parkir bertingkat untuk mobil. Kalau motor sudah ada sehingga dalam waktu dekat pasti akan kami larang mobil tidak boleh lagi masuk ke dalam," tegasnya.
Selain itu, Pramono juga menyoroti pentingnya penyediaan sarana transportasi internal yang memadai bagi pengunjung. Ia meminta agar jumlah shuttle bus di Ragunan diperbanyak, sehingga wisatawan dapat lebih mudah mengakses seluruh area yang luasnya mencapai 127 hektare.
"Kedua, untuk area seluas 127 hektare perlu (shuttle) bus yang berkeliling secara rutin untuk bisa masyarakat melihat dengan gampang binatang yang ada di sini. Karena tempat ini mengoleksi flora dan fauna yang salah satu terbaik di Asia Tenggara," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan pendapatan (revenue) TMR. Ia membandingkan pengelolaan Ragunan dengan kebun binatang di Singapura, yang meskipun berukuran lebih kecil, mampu menghasilkan pendapatan tinggi karena fasilitas dan pelayanan pengunjung diatur dengan baik.
"Walaupun secara kualitas dengan Singapura yang kecil pasti revenue mereka tinggi karena memang fasilitasnya dibuat baik," tambahnya.
Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan bahwa puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada Senin (18/8). "Tanggal 18 Ragunan tetap buka," ujarnya.
Dengan luas area 147 hektare, Taman Margasatwa Ragunan menampung lebih dari 2.009 ekor satwa dan ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon. Harga tiket masuknya terjangkau, yakni Rp4.000 per orang, sehingga tetap menjadi daya tarik masyarakat, terutama pada hari libur. Cuaca cerah, ruang terbuka hijau, dan fasilitas yang lengkap menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan keluarga.
Pembenahan fasilitas parkir dan shuttle bus yang diminta Gubernur diharapkan dapat meningkatkan daya saing Ragunan sebagai kebun binatang bertaraf internasional. Apalagi, kebun binatang ini memiliki koleksi flora dan fauna langka yang potensial menjadi daya tarik wisata edukasi.
Dengan perbaikan yang terencana, Pramono optimistis Taman Margasatwa Ragunan dapat terus menjadi kebanggaan Jakarta dan menjadi destinasi wisata favorit yang tak hanya menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!