Wali Kota Bandung Tegaskan Butuh Kolaborasi untuk Bangun Hubungan Industrial Inklusif, Adil, Berdasarkan Hukum
📅 Rabu, 13 Agu 2025, 20:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja untuk membangun hubungan industrial yang inklusif, adil, dan berbasis pada hukum.
Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Pembinaan Anggota PUK dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Kota Bandung di Hotel Santika Pasir Koja, Jalan Peta No. 176, Bandung.
Wali Kota Farhan menyatakan hubungan industrial yang sehat hanya dapat tercapai jika semua pihak menjaga keseimbangan kepentingan.
Menurut dia, perlu dialog rutin untuk membahas kebijakan pengupahan, regulasi, dan dinamika industri.
“Dialog di antara kita tidak boleh berhenti. Harus berulang dan rutin, meski melelahkan. Setiap hasil dialog harus dicatat agar tidak ada pihak yang mengingkari komitmen,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Farhan juga mengingatkan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan semua masalah ketenagakerjaan sendirian. Diperlukan kerja sama yang solid dengan serikat pekerja dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, sekaligus menjamin kesejahteraan karyawan.
“Pengusaha harus dibuat nyaman, diberi insentif, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Tapi pada saat yang sama, mereka juga harus memberikan kesejahteraan yang layak bagi pekerja,” papar dia.
Pada kesempatan tersebut, Farhan juga menyebut, setiap kebijakan dari pemerintah pusat atau provinsi harus diterjemahkan secara tepat sesuai dengan kondisi sektor industri di Kota Bandung.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kepentingan industri otomotif berbeda dengan tekstil atau pariwisata. Semua harus dilihat secara spesifik agar kebijakan berjalan efektif,” kata dia.
Wali Kota Farhan juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang bekerja keras untuk menjaga pendapatan asli daerah dan memastikan dunia usaha tetap bertahan.
“Kalau bisnis mati, bukan hanya pajak yang hilang, tapi juga lapangan pekerjaan. Maka kita harus jaga agar usaha tetap berjalan,” tutur dia.
Wali Kota Farhan juga berharap momentum ini dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha demi menciptakan hubungan industrial yang kondusif di Kota Bandung.
“Dengan kolaborasi, kita bisa membangun hubungan industrial yang inklusif, adil, dan berdasarkan hukum,” tutur dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!