Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebergantungan Pindar pada Bank Kian Menguat, Celios Peringatkan Dampaknya

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebergantungan Pindar pada Bank Kian Menguat, Celios Peringatkan Dampaknya Doc: ANTARA FOTO/Didik Suhartono.
Ket. Sejumlah anak bermain di dekat mural mengenai pinjaman online di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).

JAKARTA - Laporan terbaru Center of Economics and Law Studies (Celios) memantik sorotan: bank-bank besar ternyata menjadi “urat nadi” pendanaan bagi industri pinjaman daring atau superlender. 

Temuan ini mengguncang persepsi publik yang selama ini mengira pindar hanya bergantung pada modal ventura atau investor swasta. 

Fakta bahwa lembaga keuangan konvensional turut mengalirkan dana ke ekosistem fintech lending membuka perdebatan soal integritas regulasi, risiko kredit, dan potensi konflik kepentingan di tengah gempuran pertumbuhan pinjaman digital.

“Banyak perbankan itu akhirnya juga berinvestasi melalui pinjaman daring sebagai super lender dan kita temukan angkanya terus meningkat, porsinya terus meningkat, dan ini yang saya kira sebenarnya industri itu juga bisa memanfaatkan ketertarikan dari perbankan untuk menjadi super lender di platform tersebut,” kata Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda dalam diskusi Celios dengan tema “Dampak Regulasi Batas Maksimum Manfaat Ekonomi Pinjaman Daring” di Jakarta, Senin (11/8).

Porsi penyaluran dari perbankan terus meningkat dari 10,8 persen pada Januari 2021, 23,8 persen pada pertengahan tahun 2022, 57,1 persen pada Juli 2024, dan 61,7 persen pada Januari 2025.

Kehadiran innovative credit scoring yang dilakukan oleh platform sesuai ketentuan bank dinilai menjadi alasan minat kuat perbankan dalam menyalurkan pembiayaan melalui pindar.

Alasan lainnya adalah adanya imbal hasil kompetitif sekitar 15-20 per tahun, dan nilai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25 persen yang mencerminkan laju pertumbuhan tahunan majemuk dari jumlah rekening lender selama periode 2020-2025.

“Ternyata dari lender, ini yang bisa kita bilang pinjaman daring ini tingkat pengembalian itu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan aset investasi lainnya,” ungkap Huda.

Pindar juga disebut memberikan manfaat kepada borrower karena outstanding pinjaman mengalami lonjakan tajam. Tercatat, penyaluran pinjaman bulanan beranjak dari 6,88 triliun rupiah pada 2020, hingga lebih dari 28 triliun rupiah pada 2025.

Permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital berbasis aplikasi menggambarkan adanya kemudahan akses, proses cepat, dan lebih fleksibel dibandingkan perbankan tradisional.

Penyebab selanjutnya yaitu share kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke total kredit perbankan semakin menurun, hingga tren peminjaman menggunakan gawai telah merambah ke peminjam di usia di atas 15 tahun.

Dorong Inklusi

Hasil estimasi Difference-in-Difference dari Celios menggambarkan bahwa financial technology (fintech) berhasil meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan sebesar 0,415 poin. Selain itu, Celios menemukan bahwa kondisi negara setelah adanya fintech memiliki inklusi keuangan sebesar 0,712. Adapun sebelum adanya fintech, inklusi keuangan hanya bernilai 0,406.

Pihaknya menilai fintech terbukti berperan memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini tidak terlayani akses keuangan formal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.