Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR: Pengelolaan Kawasan Hutan Seluas 12,5 Juta Hektare di Kaltim akan Dikelola Berkelanjutan

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh:
DPR: Pengelolaan Kawasan Hutan Seluas 12,5 Juta Hektare di Kaltim akan Dikelola Berkelanjutan Doc: DPR RI
Ket. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto dalam Kunjungan Kerja Reses di Bontang, Kaltim, Senin (11/8/2025).

BONTANG - Pengelolaan kawasan hutan seluas 12,5 juta hektare di Kalimantan Timur (Kaltim) akan dikelola secara terpadu dengan memadukan fungsi konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi hijau.

Saat Kunjungan Kerja Reses di Bontang, Kaltim, Senin (11/8/), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengatakan, Kaltim memiliki keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain, baik dari sisi luas wilayah kehutanan, potensi reklamasi pascatambang, maupun peluang pariwisata alam. 

Menurutnya, pengelolaan potensi tersebut perlu dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan setempat.

“Luas hutan di Kaltim hampir tiga kali lipat Pulau Jawa. Potensi ini harus dilihat secara lebih fokus dan nyata agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara. Dengan sinergi antara DPR, Pemprov, dan Pemkot Bontang, kita bisa menciptakan industri yang produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Panggah seperti dilansir media resmi DPR RI, Parlementaria

Panggah menekankan, kerja sama lintas level pemerintahan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“Kita perlu tindak lanjuti dengan pembentukan tim yang solid dan teknis, sehingga potensi kehutanan, tambang, pangan, dan wisata alam bisa dikembangkan secara terukur. Hambatan seperti akses jalan dan sarana penunjang kawasan harus kita selesaikan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya kemitraan strategis antara DPR dan Pemerintah Daerah (Pemda). Menurutnya, Kaltim adalah salah satu penopang ekonomi nasional. “Dengan manajemen yang tepat, daerah ini bisa menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” kata Politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi IV DPR RI terhadap isu pengelolaan hutan dan lahan reklamasi. Ia mengatakan, dengan luas hutan yang sangat besar, Kaltim memiliki peluang untuk menjadi pionir pengembangan ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.

“Kita ingin mengubah paradigma dari sumber daya yang tidak terbarukan menjadi terbarukan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu inovasi yang kami perkenalkan adalah penanaman polonia di lahan reklamasi bekas tambang, yang memiliki siklus panen cepat dan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Rudy.

Ia menambahkan, selain polonia, penguatan ekosistem mangrove dan pengelolaan kawasan konservasi juga menjadi prioritas.

“Dengan dukungan Komisi IV, kami berharap potensi ini bisa menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menjaga ekosistem di Kaltim,” tutupnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.