Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi Bongkar Fakta: Budidaya Lobster KJA Pangandaran Sudah ‘Berotak’ Sains

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akademisi Bongkar Fakta: Budidaya Lobster KJA Pangandaran Sudah ‘Berotak’ Sains Doc: ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A/nz.
Ket. Ilustrasi- Pekerja memperlihatkan lobster.

JAKARTA – Di balik ombak tenang Pangandaran, Jawa Barat, tengah bergulir revolusi sunyi dalam dunia perikanan: budi daya lobster dengan teknologi keramba jaring apung (KJA) berbasis riset.

Ini bukan sekadar membesarkan benih hingga panen, melainkan eksperimen terukur yang memadukan ilmu kelautan, rekayasa teknologi, dan ketahanan pangan.

Setiap ukuran jaring, kedalaman, hingga arus air dipantau ketat demi menciptakan “hotel laut” yang nyaman bagi lobster tumbuh optimal.

Model ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya laut, tetapi juga mampu mengelolanya secara ilmiah.

Pangandaran kini menjadi laboratorium hidup yang membantah anggapan bahwa nelayan hanya mengandalkan tradisi.

Dengan basis riset, budidaya lobster KJA menjanjikan produktivitas tinggi, kualitas premium, dan harga jual yang menggoda pasar ekspor.

Namun di balik kemajuan ini, ada peringatan: teknologi tanpa manajemen berkelanjutan akan sama saja seperti menebar jaring di perairan kosong.

Pangandaran sedang mengajarkan bahwa riset bukan aksesori proyek, tetapi jantung dari masa depan perikanan Indonesia.

"Sehingga dipastikan tidak mengganggu keberlanjutan ekosistem laut," kata Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Yudi Nurul Ihsan dalam keterangan di Jakarta, Selasa (12/8).

Dia mengungkapkan riset mengenai bening bening lobster di Pangandaran dilakukan sejak beberapa tahun lalu karena pihaknya memiliki kampus di daerah.

Selain itu, sumber daya benih bening lobster (BBL) mudah ditemui di perairan Pangandaran.

Dia menuturkan, pihaknya melakukan riset dari berbagai aspek dengan kesimpulan bahwa BBL sebaiknya ditangkap, dibudidayakan.

"Kenapa? karena ternyata rendahnya survival rate BBL bukan karena menjadi makanan biota laut lain, melainkan karena kanibal," ucapnya.

Yudi mengatakan dengan dibudidayakan maka dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.