Pemkab Tanah Bumbu Berhasil Turunkan Angka Stunting 3,5 Persen
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 12:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BATULICIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu, Provisi Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil menurunkan angka stunting 3,5 persen dari 25,1 persen menjadi 21,6 persen berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Tanah Bumbu Nur Rochmat mengatakan saat ini jumlah anak yang berisiko stunting mencapai 635 anak dan Ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting mencapai 428 orang.
"Totalnya mencapai 1.063 orang dan pemerintah daerah terus melakukan intervensi untuk menekan angka tersebut dengan menggencarkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)," katanya di Batlicin, Rabu(06/8).
Dia mengatakan penurunan prevalensi tersebut mencerminkan keberhasilan sejumlah langkah intervensi yang telah dijalankan.
Pihaknya menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 20,74 persen pada 2025 dan mencapai 16,91 persen pada 2030 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan pentingnya akselerasi dan sinergi semua pihak untuk mencapai target tersebut, mengingat stunting berkaitan erat dengan kualitas masa depan generasi muda.
Untuk melakukan pencegahan stunting, kata dia, pemerintah daerah juga melakukan kolaborasi lintas sektor serta menjalin komitmen bersama, antara lain menjalin kerja sama dengan TNI Polri, Kejaksaan, perusahaan dan yayasan sebagai orang tua asuh untuk mencegah stunting.
Ia mengatakan melalui pelaksanaan aksi konvergensi telah mendorong penguatan data sasaran, intervensi terhadap 31 indikator cakupan layanan , serta peningkatan peran kecamatan dan desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami juga menyambut baik inovasi dari pemerintah pusat, seperti penguatan transformasi digital aksi konvergensi dan pengembangan aplikasi web terintegrasi, yang akan mempercepat koordinasi dan pelaporan," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!