PBB Mendesak Jeda Konflik di Sudan Demi Kemanusiaan
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim PenulisStudi itu juga menunjukkan bahwa 73 persen perempuan secara nasional tidak memenuhi standar minimum keberagaman makanan, yang membahayakan kesehatan ibu dan anak.
"Krisis ini didorong oleh ketidaksetaraan gender sistemik, yang diperparah oleh konflik dan pengungsian," kata PBB Perempuan. "Seiring semakin banyak perempuan yang harus memimpin rumah tangga, sering kali karena kematian atau hilangnya anggota keluarga laki-laki, mereka menghadapi hambatan terbesar dalam mengakses pangan, penghasilan, dan bantuan."
OCHA mengatakan bahwa wabah kolera terus menyebar di wilayah Darfur.
Kantor tersebut menyebutkan bahwa di Darfur Utara saja, mitra kemanusiaan melaporkan lebih dari 3.600 kasus sejak akhir Juni. Sementara itu, tercatat lebih dari 1.200 kasus dugaan dan 69 kematian di Darfur Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati demikian, OCHA menyatakan bahwa mitra-mitranya memperingatkan bahwa kurangnya pelaporan kemungkinan menutupi tingkat keparahan wabah tersebut yang sebenarnya. Meskipun mitra PBB telah merespons wabah itu, akses yang terbatas terhadap air bersih, sanitasi, dan pasokan medis memperparah krisis.
Kantor tersebut juga menyatakan bahwa kebutuhan gizi meningkat dengan cepat.
"Survei terbaru menunjukkan tingkat malanutrisi akut global melebihi ambang batas darurat di semua wilayah yang disurvei di Darfur Utara, mencapai 34 persen di wilayah Mellit dan hampir 30 persen di At Tawaisha," papar OCHA. "Angka-angka ini menggarisbawahi kemerosotan yang mengkhawatirkan, tidak hanya di zona risiko kelaparan, tetapi juga di wilayah-wilayah terdampak konflik yang lebih luas."
Sebaiknya Anda baca juga:
PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya sedang memperluas layanan terapeutik rawat jalan dan merencanakan pusat stabilisasi baru di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah. Kendati demikian, OCHA mengatakan pendanaan darurat sangat diperlukan untuk mempertahankan dan memperluas upaya mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!