Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dirut Bulog Ingatkan Masyarakat Tidak Memperjualbelikan Beras Bantuan Pangan

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Dirut Bulog Ingatkan Masyarakat Tidak Memperjualbelikan Beras Bantuan Pangan Doc: ANTARA/Feru Lantara
Ket. Bantuan pangan beras yang diberikan oleh Bulog di Kota Depok Jawa Barat, Minggu.

DEPOK - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengimbau masyarakat penerima manfaat untuk mengonsumsi bantuan beras secara langsung dan tidak memperjualbelikannya kembali di pasaran.

"Bantuan pangan ini adalah bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4 yaitu masyarakat yang kesulitan untuk membeli beras maupun kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya," kata Ahmad Rizal Ramdhani saat pendistribusian bantuan pangan beras di Kantor Kelurahan Jatijajar di Depok, Minggu (13/9).

Oleh karena itu, katanya pemerintah hadir memberikan bantuan yaitu berupa beras setiap bulannya 10 kg. Alokasi distribusi  bantuan kali ini untuk tiga bulan yakni Juli, Agustus, September 2026, yang dirapel sehingga  per orang dapat 30 kg.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) Presiden Prabowo, juga menyetujui dan memerintahkan kepada Bulog untuk menyalurkan tambahan bantuan pangan bulan Oktober, November, dan Desember 2026.

"Jadi 3 bulan ke depan lagi masih ada bantuan pangan " katanya.

Oleh karena itu, katanya program ini luar biasa support dari pemerintah kepada rakyat, dan ini tujuannya tidak lain dan bukan adalah untuk membantu masyarakat-masyarakat yang paling di bawah, yaitu desil 1 sampai dengan 4.

"Harapannya juga untuk menstabilkan situasi, kondisi, dan untuk menjaga kenaikan inflasi," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut Bulog memberikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada ojek-ojek online, yang mana pemerintah juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang mampu membeli beras, namun terbatas.

Sehingga diberikanlah program yang namanya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yaitu beras subsidi yang dibantu oleh pemerintah, yang biasanya harga beras Rp13.000 hingga Rp14.000 per kg diberikan subsidi menjadi Rp12.500 per kg, sehingga lebih murah dengan harapan masyarakat bisa membeli dengan rasa yang juga baik dan nikmat.

Presiden, katanya juga memberikan bantuan berupa jagung SPHP kepada para peternak,
tujuannya adalah untuk peternak-peternak mikro seluruh tanah air, yaitu peternak yang mengolah ayam petelur maupun ayam pedaging.

"Peternak-peternak mikro ini kan kesulitan membeli dengan harga yang tinggi jagung, oleh karena itu diberikanlah jagung SPHP untuk pakan ternak peternak-peternak mikro," jelasnya.

Dengan harapan peternak mikro bisa panen, baik telur maupun ayamnya jadi pedaging, yang disalurkan ke SPPG-SPPG untuk mendukung program MBG pemerintah.

Pemerintah juga mengizinkan untuk program hilirisasi beras, yaitu beras-beras yang usia simpannya di atas 10 bulan, totalnya 380.000 ton, disalurkan untuk dihilirisasi menjadi pengolahan tepung beras dengan harapan harga tepung beras menjadi lebih rendah dari pasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.