Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Mendesak Jeda Konflik di Sudan Demi Kemanusiaan

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Mendesak Jeda Konflik di Sudan Demi Kemanusiaan Doc: Antara
Ket. Seorang wanita menggendong seorang anak di sebuah kamp pengungsian di El Fasher, wilayah Darfur Utara, Sudan, pada 9 Juli 2025.

NEW YORK - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA),  pada Selasa (5/8),mendesak penghentian sementara konflik di Sudan guna menjangkau keluarga-keluarga yang terjebak dan menghadapi kelaparan, terutama di Kota El Fasher yang terkepung.

OCHA mengatakan bahwa pihaknya meminta penghentian sementara agar dapat mengirim bantuan dalam skala besar dan memulihkan kehadiran penuh PBB (di wilayah tersebut).

"OCHA sekali lagi mendesak semua pihak untuk mengizinkan akses kemanusiaan di seluruh negara itu dan menyerukan kepada para donor untuk meningkatkan pendanaan fleksibel guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan Sudan yang terus melonjak," kata kantor tersebut.

Badan-badan kemanusiaan menyatakan bahwa kebutuhan itu didorong oleh ketidakamanan, penyakit, kelaparan, banjir, dan pengungsian.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher,  mengatakan bahwa dengan meningkatnya risiko kelaparan di El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara, waktu semakin menipis.

OCHA menyebutkan adanya sejumlah laporan dari kota tersebut yang menunjukkan bahwa penembakan sporadis terus berlanjut. Situasi masih sangat tidak stabil, dengan warga sipil menjadi korban utama dalam bentrokan terkini antara kelompok bersenjata dan keluarga yang terperangkap di salah satu pusat perkotaan yang paling terkepung di negara itu.

Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa dengan terputusnya rute-rute perdagangan dan diblokirnya jalur pasokan ke El Fasher, barang-barang pangan dasar seperti sorgum dan gandum, yang digunakan untuk membuat roti pipih dan bubur tradisional, harganya naik hingga 460 persen di kota itu dibandingkan dengan wilayah lain di Sudan.

WFP menyatakan bahwa sangat sedikit dapur komunitas yang masih beroperasi, dapur-dapur ini didirikan oleh kelompok lokal selama perang untuk menyediakan makanan hangat bagi orang-orang yang kelaparan.

Badan tersebut menyebutkan bahwa beberapa laporan menunjukkan sejumlah keluarga terpaksa mengonsumsi pakan ternak dan limbah makanan untuk bertahan hidup. Banyak yang berhasil mengungsi menyebutkan adanya peningkatan kekerasan yang merajalela, penjarahan, dan kekerasan seksual.

Laporan bertajuk "Potret Gender" (Gender Snapshot) PBB Perempuan (UN Women) menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dari konflik yang terjadi di Sudan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga yang dipimpin perempuan menghadapi risiko kerawanan pangan parah tiga kali lipat dibandingkan dengan rumah tangga yang dipimpin laki-laki. Tiga perempat rumah tangga yang dipimpin perempuan tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan dasar. Hanya 1,9 persen di antaranya yang tergolong aman pangan, dibandingkan dengan 5,9 persen rumah tangga yang dipimpin laki-laki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Piala Presiden Menjadi Ajang Antara Membentuk Skuad Persebaya

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Presiden Menjadi Ajan...

Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius  

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Sisi Wisata Kesehatan Belum...

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga untuk Sektor Pariwisata

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Indonesia Masih Kekurangan ...

Jangan Tercekok Hujan Ringan, Kemarau Masih Panjang

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Jangan Tercekok Hujan Ringa...
Luar Negeri
Hari Ini 60 Negara Mitra Am...

Penyaluran KUR NTT Perlu Digenjot Lagi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penyaluran KUR NTT Perlu Di...
Daerah
Cuaca Buruk, Penyeberangan ...
Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.